PUNCA.CO – Angin kencang yang menerjang Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (2/6/2026) sore, menyebabkan kerusakan pada 58 unit hunian sementara (huntara). Dari jumlah tersebut, sedikitnya 22 unit mengalami rusak berat akibat diterjang cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, angin kencang melanda sejumlah gampong di Kecamatan Langkahan sekitar pukul 17.10 WIB dan merusak puluhan huntara yang ditempati warga.
“Benar, telah terjadi angin kencang di Kecamatan Langkahan. Angin merusak huntara yang ada di sana,” kata Bahron Bakti, Rabu (3/6/2026).
Baca juga: Kasus TBC di Banda Aceh Naik Jadi 1.617
Data BPBA mencatat, wilayah terdampak meliputi Gampong Rumoh Rayeuk, Buket Linteung, Geudumbak, dan Langkahan. Kerusakan paling banyak terjadi di Gampong Rumoh Rayeuk dengan total 36 unit huntara terdampak, terdiri atas 11 unit rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan lima unit rusak ringan.
Di Gampong Buket Linteung, tepatnya Dusun Leubok Meuku, tujuh unit huntara mengalami rusak berat. Selain itu, satu unit tempat ibadah juga turut terdampak akibat terjangan angin.
Sementara di Gampong Geudumbak, sebanyak 10 unit huntara mengalami kerusakan dengan rincian empat unit rusak berat, empat unit rusak sedang, dan dua unit rusak ringan. Adapun di Gampong Langkahan, lima unit huntara dilaporkan mengalami rusak ringan.
Baca juga: Sekda Aceh Apresiasi Peluncuran Buku ‘Polda Aceh Meutuah’
Meski menyebabkan kerusakan cukup besar pada permukiman warga, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, jumlah warga terdampak dan pengungsi masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
BPBD Aceh Utara telah mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan sekaligus membantu warga membersihkan material bangunan yang rusak akibat terjangan angin.
Bahron mengatakan kondisi cuaca di lokasi kini telah berangsur membaik. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi selama masa peralihan musim.
Baca juga: Kejaksaan Agung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional
“Warga diimbau untuk tetap waspada karena cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan dampak serupa,” ujarnya.
Hingga saat ini, penanganan dan pendataan dampak bencana masih terus dilakukan oleh petugas bersama pemerintah daerah setempat.










