PUNCA.CO – Penanganan medis terhadap korban ledakan KMP Aceh Hebat 2 terus dilakukan di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Hingga Jumat (12/6/2026), sebanyak 13 dari 15 korban telah menjalani operasi darurat akibat luka bakar yang mereka alami.
Kasubbag Humas RSUDZA, Rahmadi, mengatakan dua korban lainnya masih dalam antrean operasi dan akan segera ditangani sesuai hasil evaluasi tim dokter.
“Sebanyak 13 pasien sudah menjalani operasi cito, sementara dua pasien lainnya masih menunggu tindakan operasi,” kata Rahmadi.
Baca juga: ASDP Tanggung Seluruh Biaya Korban KMP Aceh Hebat 2
Ia menjelaskan, seluruh korban saat ini masih menjalani perawatan intensif pascaoperasi. Kondisi mereka bervariasi, mulai dari sedang hingga berat.
Dari total korban yang dirawat, empat orang tercatat dalam kondisi lebih serius dan harus menggunakan ventilator atau alat bantu pernapasan.
“Ada empat pasien yang menggunakan ventilator karena kondisinya agak berat. Sedangkan 11 pasien lainnya berada dalam kondisi sedang dan tetap dalam pengawasan dokter,” ujarnya.
Baca juga: Letupan di Ruang Mesin Diduga Jadi Penyebab Kebakaran KMP Aceh Hebat 2
Menurut Rahmadi, tim medis masih terus memantau perkembangan para korban, terutama pasien yang mengalami luka bakar cukup luas dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Keputusan terkait tindakan medis tambahan, termasuk kemungkinan operasi lanjutan, masih menunggu hasil evaluasi dokter spesialis yang menangani masing-masing pasien.
“Masih dievaluasi. Dalam beberapa jam ke depan akan dilihat perkembangan kondisi pasien untuk menentukan langkah medis berikutnya,” katanya.
Baca juga: Polisi Olah TKP Ledakan Kapal Aceh Hebat 2, Berikut Daftar Nama-Nama Korban
Mayoritas korban merupakan taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati yang sedang menjalani praktik di atas kapal saat insiden terjadi. Selain itu, terdapat satu anak buah kapal yang turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Para korban kini dirawat di sejumlah unit pelayanan RSUDZA, mulai dari ruang ICU, HCU Surgical hingga ruang rawat Raudhah 7, sesuai tingkat keparahan luka yang dialami.
Ledakan terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue. Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.







