PUNCA.CO – Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, meminta pemerintah menyiapkan opsi evakuasi bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi dan Yaman. Langkah antisipasi itu dinilai perlu disiapkan menyusul meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi.
Dilansir Kompas.com (22/9/2026), Oleh Soleh juga meminta pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) meningkatkan pemantauan serta pelindungan terhadap WNI di kedua negara tersebut. Menurutnya, keselamatan warga negara harus menjadi prioritas ketika situasi konflik semakin memburuk.
Oleh Soleh mengatakan pemerintah perlu mengambil langkah evakuasi apabila kondisi di lapangan semakin membahayakan.
Baca juga: Bank Aceh Sosialisasikan Internet Banking Corporate ke Sekolah di Bireuen
“Kalau situasinya semakin memanas dan membahayakan keselamatan WNI, pemerintah jangan ragu mengambil opsi evakuasi. Kita tidak boleh menunggu sampai terjadi korban baru kemudian bertindak,” ujar Oleh Soleh dalam keterangannya.
Ia turut menyoroti laporan mengenai 74 WNI yang berada di Kota Mokha, Yaman. Wilayah tersebut dilaporkan telah direbut oleh kelompok Houthi.
“Kondisi 74 WNI yang masih berada di Mokha harus menjadi perhatian serius pemerintah. Jangan sampai kita terlambat mengambil langkah ketika situasi sudah semakin membahayakan,” ujar Oleh Soleh.
Baca juga: Polresta Banda Aceh Selidiki Dugaan Penganiayaan Siswa di Sekolah
Oleh Soleh menegaskan, pemantauan terhadap keberadaan dan kondisi WNI di Arab Saudi maupun Yaman perlu terus dilakukan oleh pemerintah.
“Kita meminta pemerintah terus memantau keberadaan WNI di Yaman maupun Arab Saudi. Keselamatan dan keamanan warga negara harus menjadi prioritas utama, terlebih ketika situasi konflik dan perang semakin meningkat,” kata Oleh Soleh.
Ketegangan antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi meningkat setelah kelompok bersenjata tersebut kembali memberlakukan blokade terhadap lalu lintas maritim.
Baca juga: Wali Kota Banda Aceh Kecam Dugaan Bullying dan Pengeroyokan Siswa SMA
Situasi semakin memanas ketika Houthi menyerang kapal tanker minyak Arab Saudi yang dituduh melanggar blokade. Pada Selasa (8/9/2026), kelompok itu juga menyatakan telah melancarkan operasi ke wilayah Arab Saudi dengan menyasar infrastruktur energi dan sejumlah kota di bagian selatan negara tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, Houthi dilaporkan memperluas penguasaan wilayah ke pesisir Laut Merah. Pada Kamis (10/9/2026), kelompok tersebut dilaporkan berhasil merebut Mokha, Yaman.








