PUNCA.CO – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengecam dugaan perundungan dan pengeroyokan terhadap seorang siswa berusia 15 tahun di salah satu SMA di Banda Aceh.
Illiza menegaskan tindakan bullying di lingkungan sekolah tidak dapat ditoleransi dan tidak boleh dibiarkan. Ia memastikan Pemko Banda Aceh telah menerima laporan terkait kasus tersebut dan memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
“Ya tentu kita mengecam perilaku bullying yang terjadi di sekolah dan ini tidak bisa ditolerir, tidak bisa didiamkan begitu saja,” kata Illiza, Selasa (22/9/2026).
Sebelumnya, berdasarkan informasi dari keluarga korban melalui unggahan Instagram, korban diduga mengalami perundungan dan pengeroyokan oleh sejumlah siswa saat berada di lingkungan sekolah. Korban disebut mengalami luka di sejumlah bagian tubuh dan keluarga turut mengunggah foto yang disebut sebagai kondisi korban setelah kejadian.
Baca juga: Rusia Sebut Ukraina Kesulitan Rekrut Tentara
Menurut Illiza, keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut kepada tim penanggulangan kekerasan Pemko Banda Aceh. Tim kemudian memberikan bantuan serta pendampingan hukum kepada korban dan keluarganya.
“Kami sudah mengirimkan, mereka juga sudah melaporkan kepada tim kita di dalam penanggulangan kekerasan, dan tim juga sudah memberikan bantuan hukum, pendampingan hukum untuk sudah diproses dilaporkan ke Polresta,” ujarnya.
Illiza mengatakan laporan tersebut telah diteruskan ke Polresta Banda Aceh untuk diproses. Ia berharap penanganan kasus dapat memberikan penyelesaian bagi seluruh pihak sekaligus menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi lingkungan yang membentuk karakter anak, termasuk mengajarkan sikap saling menghargai, menghormati dan menjaga keselamatan sesama.
Baca juga: Siswa SMA di Banda Aceh Diduga Dibully dan Dikeroyok Abang Leting
Selain penanganan hukum, Illiza menilai kondisi korban juga membutuhkan perhatian. Korban disebut masih mengalami sakit dan trauma sehingga belum dapat diajak berkomunikasi secara maksimal.
“Karena anak-anak kita yang kita didik dengan bagaimana mereka memiliki karakter akhlakul karimah, saling menghargai, menghormati, menyelamatkan jiwa, nyawa, dan sebagainya. Tentu si anak perlu mendapatkan pendampingan juga karena sangat trauma dengan kondisi ini, belum bisa kita ajak bicara karena masih mengalami sakit,” katanya.
Illiza menambahkan, Wakil Wali Kota Banda Aceh diharapkan telah mengunjungi korban untuk melihat kondisinya secara langsung.
Ia berharap penanganan kasus tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Sebab, baik korban maupun siswa yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut masih berusia anak.
“InsyaAllah mudah-mudahan ada jalan keluarnya terbaik karena kan pelakunya juga anak-anak, yang kena juga anak-anak, sesama anak-anak ini, mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran yang tidak terulang lagi terjadi di Kota Banda Aceh,” pungkas Illiza.










