PUNCA.CO – Anak-anak, lanjut usia, dan penderita penyakit pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus menyusul masuknya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Sumatera Selatan ke Kota Lhokseumawe, Aceh, Rabu (14/10/2026).
Pemerintah Kota Lhokseumawe mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika asap pekat, serta mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi paparan partikel berbahaya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Lhokseumawe, Taruna Putra Satya, mengatakan informasi berdasarkan pemantauan satelit dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh menunjukkan asap karhutla mulai memasuki wilayah Lhokseumawe dan berdampak pada kualitas udara.
Baca juga: Muda Seudang Aceh Jaya Gelar Musyawarah Sagoe dan Pendidikan Politik
“Pengaruh asap karhutla sudah mulai dirasakan di Lhokseumawe. Kami mengimbau masyarakat agar membatasi aktivitas di luar rumah, terutama saat asap sangat pekat,” kata Taruna, Kamis (15/10/2026).
Ia meminta warga menggunakan masker N95 atau KN95 ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Pintu dan jendela rumah juga disarankan ditutup rapat untuk mengurangi masuknya asap.
Menurut Taruna, masyarakat perlu memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarga yang rentan. Jika mengalami gangguan kesehatan seperti batuk berat atau sesak napas, warga diminta segera mencari pertolongan medis di UGD terdekat.
Baca juga: Harga Emas Perhiasan Banda Aceh Tembus Rp7,8 Juta per Mayam Setelah Ongkos Pembuatan
Selain membatasi paparan asap, masyarakat diminta menghindari sumber polusi lain, seperti asap rokok dan pembakaran sampah. Warga juga diimbau memantau perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) melalui informasi resmi BMKG dan pemerintah setempat.
Taruna mengingatkan, istirahat yang cukup dan asupan cairan penting untuk menjaga kondisi tubuh. Namun, keduanya tidak dapat menggantikan upaya mengurangi paparan partikel asap.










