Home Politik Juanda: Pernyataan Mualem, Menghentikan Isu Pergantian Ketua DPRA
PolitikUncategorized

Juanda: Pernyataan Mualem, Menghentikan Isu Pergantian Ketua DPRA

Share
Juanda Djamal, MA., | Dok. Ist
Share

PUNCA.CO – Upaya Manuver terhadap Zulfadhli alias Abang Samalanga akhirnya terpatahkan oleh pernyataan Ketua Umum Partai Aceh, H. Muzakir Manaf atau Mualem saat halal bi halal di kediaman Zulfadhli, di Gampong Lancok, Kecamatan Samalanga, Bireuen, Senin (23/3/2026).

Kehadiran Mualem ke kediaman Zulfadhli dalam rangka halal bi halal tersebut memberikan nilai dan isyarat komunikasi keduanya masih kuat dan harmonis. Juanda misalnya, melihat hal tersebut sebagai sebuah sikap dari Pimpinan Partai Aceh tersebut agar kader Partai Aceh tetap solid, tidak terpecah belah dan tetap mengdukung Zulfadhli dalam memimpin DPR Aceh sampai akhir periode.

Baca juga: Prabowo Sorot Kualitas MBG, BGN Bentuk Tim Pengawasan dan Sertifikasi SPPG

“Kehadiran Mualem ke kediaman Abang Samalanga kan bentuk silaturahmi sosial dan perhatian pimpinan pada kader kepercayaannya,” ujar Juanda dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).

Menariknya, momen tersebut juga menjawab isu atas rumor yang sengaja dikembangkan yaitu mosi tidak percaya 67 anggota DPRA pada ketua DPRA baru-baru ini. Artinya Mualem membantahnya dan menegaskan Abang samalanga sampai 2029.

Diketahui Ketua Umum Partai Aceh itu juga sempat memberikan pernyataan terhadap isu mosi tidak percaya terhadap Zulfadhli. Mualem meminta agar kader Partai Aceh tidak melakukan manuver yang tidak perlu, yang menurutnya hanya membuang energi. Pernyataan Mualem tersebut di anggap sebagai warning bagi kader Partai Aceh untuk berhenti melakukan, bahkan terlibat melakukan manuver terhadap Zufadhli.

Baca juga: Mualem Minta Kader PA Stop Bermanuver, Tegaskan Abang Samalanga Tetap Ketua hingga 2029

Juanda sendiri mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak ada regulasi atau hukum positif yang mengatur tentang mosi tidak percaya terhadap Pimpinan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Bahkan jika dipaksakan, maka dapat dikategorikan merongrong atas keputusan yang sah, bisa makar.

Menurutnya bila pun ada, mosi tersebut hanyalah pernyataan politik yang tidak bisa menjelaskan permasalahan utama, juga tidak dapat memperjelas hasil akhir dari mosi tersebut. Dikarenakan penentuan ketua DPRA sendiri dilakukan oleh partai politik, dimana keputusan tersebut sepenuhnya berada pada ketua umum partai.

“Tidak ada regulasi. Pun ada itu hanya sebatas pernyataan politik. Keputusan ada ditangan Ketum Partai, dalam hal ini Mualem,” ungkap Juanda.

Baca juga: Libur Lebaran, Wisatawan Ramai-ramai ke Sabang

“Abang Samalanga ditunjukkan dan diputuskan oleh Mualem, dan hari ini sudah jelas keputusan tegas Mualem bahwa Abang Samalanga menjadi ketua DPRA sampai akhir periode, yaitu 2029” tambahnya.

Juanda mengajak kader-kader Partai Aceh untuk solid mengindahkan arahan Mualem sebagai pucuk pimpinan tertinggi Partai. Menurutnya, pernyataan Mualem sudah menjawab semuanya. Bahkan pernyataan tersebut semakin menguatkan dengan apa yang di sampaikan oleh sekjen Partai Aceh H. Aiyub Abbas sebelumnya.

“Jadi, sudah jelas dan sebelumnya Abuwa juga sudah menegaskan hal yang sama. Bagi kader PA sekarang ayo mengawal keputusan tersebut dan kembali memperkuat konsolidasi agar tidak ada pihak yang memanfaatkan kondisi untuk mengadu domba,” tegas Juanda.

Baca juga: Klaim Nol Pengungsi, Presma UIN Ar-Raniry Tantang Prabowo ke Aceh Tanpa Protokol

Dia mengingatkan agar kader-kader Partai Aceh dan partai koalisi untuk tetap solid mendukung dan mengawal kepemimpinan pasangan Gubernur Aceh Mualem-Dek Fadh hingga akhir periode.

“Tentunya, ada pihak yang bermain agar palang pintu Mualem, yaitu ketua DPRA, Abang Samalanga dilemahkan, sehingga memperlemah kepemimpinan Mualem. Kita bisa analisa aktor-aktor yang bermain kearah sana,” jelas Juanda.

“Ingat, kita harus memastikan visi misi Mualem yang sudah dalam RPJMA dijalankan. Makanya keberadaan Abang Samalanga sebagai kader tulen PA sudah jelas disampaikan bahwa Mualem sangat dibutuhkan, maka kita dukung keputusan tersebut,” ujarnya.

Baca juga: Mualem Sambut Prabowo, Kak Na Sambut Tamu Pendopo

Menurutnya, DPRA harus diperkuat agar dapat memastikan SKPA menjalankan semua program sesuai dengan RPJMA agar harapan rakyat Aceh dapat terwujud diakhir kepemimpinan Mualem-Dek Fadh.

Terakhir, langkah kritis atas kinerja eksekutif selama ini, pada dasarnya bentuk perhatian Abang Samalanga untuk memastikan SKPA menjalankan RPJMA 2025-2029 sesuai dengan semangat perjanjian perdamaian, pertumbuhan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kita pastikan RPJMA berjalan, maka kita telah menguatkan kepemimpinan Mualem sebagai Gubernur Aceh,” tutup Juanda.

Share