PUNCA.CO – Forum Paguyuban Mahasiswa Pemuda Aceh (FPMPA) berkolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh menyelenggarakan kegiatan Roadshow Pemuda Aceh 2026 yang mengusung tema “Kolaborasi dan Aspirasi Pemuda untuk Penguatan Kebijakan Pemerintah Aceh Pasca Banjir”.
Pelaksanaan roadshow dilaksanakan selama tiga hari mulai 18 Mei hingga 20 Mei 2026, dan dilanjutkan dengan kegiatan puncak di Aula Hotel Diana, Banda Aceh, Kamis (21/5/2026). Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai sesi diskusi, dialog, serta penyampaian gagasan yang berfokus pada kondisi sosial masyarakat pasca banjir dan langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan pemerintah daerah dalam proses pemulihan.
Kegiatan tersebut diinisiasi sebagai bentuk kepedulian serta partisipasi aktif pemuda Aceh dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam menghadapi dampak bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah. Melalui roadshow tersebut, FPMPA bersama Dispora Aceh berupaya membuka ruang partisipatif agar pemuda dapat menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah masing-masing, mulai dari persoalan infrastruktur, pendidikan, ekonomi masyarakat, hingga kebutuhan pemulihan sosial pasca bencana.
Baca juga: Polresta Banda Aceh Selidiki Motif Dibalik Terbakarnya Fakultas Pertanian USK
Roadshow Pemuda Aceh 2026 melibatkan delapan paguyuban mahasiswa dan pemuda kabupaten/kota, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Nagan Raya, Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Keterlibatan berbagai paguyuban tersebut menunjukkan semangat kolektif pemuda Aceh dalam membangun komunikasi lintas daerah guna memperkuat sinergi serta menyatukan aspirasi masyarakat dari berbagai wilayah.
Selama kegiatan berlangsung, masing-masing paguyuban menyampaikan kondisi daerahnya serta berbagai kebutuhan yang dianggap penting untuk segera ditindaklanjuti oleh pemerintah. Aspirasi yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan penanganan pasca banjir, tetapi juga menyangkut penguatan kebijakan pembangunan daerah yang lebih responsif, tepat sasaran, dan berpihak kepada masyarakat.
Baca: USK Keluarkan Surat Edaran Pembatasan Aktivitas Malam
Selain menjadi wadah penyaluran aspirasi, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat peran pemuda sebagai mitra strategis pemerintah dalam proses pembangunan Aceh. Pemuda dinilai memiliki posisi penting dalam mendorong lahirnya gagasan, kritik, dan solusi konstruktif demi terciptanya kebijakan publik yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh aspirasi dan hasil diskusi yang telah dihimpun nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi bersama untuk disampaikan kepada Pemerintah Aceh sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan dan penguatan kebijakan daerah pasca banjir. Dengan adanya kolaborasi antara FPMPA dan Dispora Aceh, diharapkan terbangun hubungan yang lebih kuat antara pemerintah dan generasi muda dalam menciptakan pembangunan Aceh yang inklusif, tanggap terhadap persoalan masyarakat, serta berorientasi pada kepentingan daerah secara berkelanjutan.
Kegiatan Roadshow Pemuda Aceh 2026 diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat gerakan kolaboratif pemuda Aceh untuk terus terlibat aktif dalam pembangunan daerah, sekaligus menjadi ruang bersama dalam menyuarakan kepentingan masyarakat demi terwujudnya Aceh yang lebih maju, tangguh, dan responsif pasca bencana.







