Home Ekonomi Pemerintah Setujui Anggaran Rp100,1 Triliun untuk Rehab-Rekon Pascabencana
Ekonomi

Pemerintah Setujui Anggaran Rp100,1 Triliun untuk Rehab-Rekon Pascabencana

Share
Pemerintah Setujui Anggaran Rp100,1 Triliun untuk Rehab-Rekon Pascabencana
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian di dampingi Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad saat Konferensi Pers usai rapat koordinasi bersama Satgas Pemulihan Pasca Bencana. | Dok. YouTube/@sinpotv
Share

PUNCA.CO – Pemerintah menyetujui total anggaran sebesar Rp100,1 triliun untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana di tiga provinsi di wilayah Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kepastian tersebut disampaikan Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera dari unsur pemerintah, Tito Karnavian, usai rapat koordinasi bersama Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

“Total anggaran yang sudah kami usulkan dan alhamdulillah sudah disetujui di tingkat pemerintah dan kami tadi laporkan kepada Satgas DPR RI yang dipimpin oleh Sufmi Dasco Ahmad Alhamdulillah juga didukung, itu nilainya sebanyak Rp 100,166 Triliun selama 3 tahun,” kata Tito Karnavian.

Baca juga: Mualem Saksikan Langsung RDP DPR-RI Bahas Revisi UUPA

Tito merinci, alokasi anggaran tersebut dibagi dalam tiga tahun anggaran. Pada tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp38,9 triliun, kemudian tahun 2027 sebesar Rp32,9 triliun, dan tahun 2028 sebesar Rp28,2 triliun.

Menurut Tito, anggaran tersebut nantinya akan disalurkan ke sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana. Ia menyebut sektor infrastruktur di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperoleh porsi terbesar dalam program tersebut.

“Memang yang terbesar itu adalah infrastruktur, Kementerian PU. Itu lebih kurang totalnya 69 triliun selama 3 tahun. Tahun ini 22 triliun,” jelas Tito.

Baca juga: Reses di Lambleut, Hasballah Serap Aspirasi Warga

Selain Kementerian PU, pemerintah juga mengalokasikan Rp7,4 triliun selama dua tahun untuk pembangunan hunian tetap (huntap) melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Seluruh anggaran tersebut dirancang untuk mendanai sekitar 11.512 program kegiatan, mulai dari perbaikan jalan, jembatan, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga pemukiman warga. Pelaksanaannya akan mengacu pada Rencana Induk yang telah disetujui Bappenas.

Selain anggaran dari pemerintah pusat, Tito juga menyebutkan Presiden sebelumnya juga telah menyetujui tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun pada Januari lalu untuk tiga provinsi terdampak.

Baca juga: Soal Tambang di Beutong Ateuh Banggalang, DPRK Nagan Raya Diminta Tidak Tutup Mata

“Nah ini yang kami kawal juga dari satgas pemerintah kawal, agar 10,6 triliun ini digunakan oleh pemerintah daerah dalam rangka untuk penanganan wilayah masing-masing yang mereka mampu,” ujarnya.

Share
Tulisan Terkait

TKD Aceh di Ujung Risiko Hukum

Dana Transfer ke Daerah (TKD) seharusnya menjadi alat keadilan fiskal, mengoreksi ketimpangan,...

Sekda Aceh Tegaskan Pemanfaatan TKD Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

PUNCA.CO – Sekda Aceh (Sekda) menegaskan bahwa pemanfaatan tambahan Transfer Keuangan Daerah...

Wagub Fadhlullah: TPID Harus Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga

PUNCA.CO – Tim Pengendalian Inflasi Daerah Aceh harus memperkuat sinergi dalam upaya...

15 Ribu Warga Aceh Masih Mengungsi, Huntara Ditargetkan Rampung Sebelum Lebaran

PUNCA.CO – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan target pemerintah untuk...