PUNCA.CO – Program Desa Nelayan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto diproyeksikan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 Desa Nelayan yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas melaut.
Dilansir CNN Indonesia (13/6/2026), Pada tahap awal, sebanyak 1.300 Desa Nelayan direncanakan mulai direalisasikan pada 2026. Kawasan terpadu tersebut akan dibangun dengan fasilitas seperti instalasi es serta stasiun pengisian bahan bakar khusus bagi nelayan.
“Pemerintah akan membangun 5 ribu Desa Nelayan, dengan 1.300 desa mulai direalisasikan pada tahun ini,” kata Prabowo.
Baca juga: Pertamina Sebut Isu Batas Pembelian Pertalite Rp50.000 di SPBU Tidak Benar
Menurut Prabowo, nelayan memiliki peran penting dalam menyediakan sumber protein bagi masyarakat. Karena itu, peningkatan kesejahteraan nelayan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mendukung sektor pangan nasional.
Ia juga menyoroti sejumlah kendala yang masih dihadapi nelayan saat menjalankan aktivitas melaut. Di antaranya adalah keterbatasan akses terhadap kebutuhan pendukung seperti es batu dan bahan bakar solar.
Program Desa Nelayan, lanjutnya, tidak hanya bertujuan memperkuat rantai pasok pangan nasional, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Baca juga: Pemerintah Bakal Tata Ulang Program MBG
“Keinginan agar petani dan nelayan dapat merasakan hasil kerja yang lebih baik dan hidup lebih sejahtera,” kata Prabowo.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menilai pembangunan Desa Nelayan merupakan bagian dari transformasi ekonomi biru yang berkelanjutan. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan sekaligus memperkuat perekonomian wilayah pesisir.
“Program Desa Nelayan tidak hanya meningkatkan hasil tangkapan dan pendapatan nelayan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah pesisir,” kata Trenggono.
Baca juga: Ternyata Masyarakat Bisa Ajukan Diri Sebagai Penerima Bantuan Presiden
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan. Ia menyatakan rencana pembangunan Desa Nelayan telah lama dinantikan oleh komunitas nelayan di berbagai kawasan pesisir.
Selain itu, Daniel meminta pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi bagi kapal-kapal nelayan.
“Mendorong realisasinya agar tidak hanya berhenti pada peresmian simbolik 1.386 desa pada tahun 2026,” tutup Daniel.









