Home Internasional AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai, Penandatanganan Dijadwalkan di Swiss
Internasional

AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai, Penandatanganan Dijadwalkan di Swiss

Share
AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai, Penandatanganan Dijadwalkan di Swiss
Presiden Amerika Serikat Donald Trump | Dok. pbs.org
Share

PUNCA.CO – Kesepakatan damai AS dan Iran dikabarkan telah tercapai setelah berbulan-bulan konflik yang memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah dan mengganggu pasar energi global. Penandatanganan resmi perjanjian tersebut dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat mendatang.

Dilansir CNBC Indonesia (15/6/2026), kabar tersebut diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang berperan sebagai mediator dalam proses negosiasi. Menurut Trump, seluruh poin dalam perjanjian telah diselesaikan dan siap untuk difinalisasi.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah lengkap,” tulis Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu waktu setempat.

Baca juga: Timnas Iran Tetap Ikuti Piala Dunia 2026 Meski Tengah Konflik dengan Amerika

Sementara itu, Sharif mengungkapkan bahwa kesepakatan damai tersebut mencakup penghentian permanen operasi militer di berbagai wilayah konflik.

“Penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon,” tulis Sharif melalui akun X miliknya.

Meski rincian akhir belum diumumkan secara resmi, sejumlah sumber yang mengetahui jalannya negosiasi menyebut perjanjian itu akan membuka kembali Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir terdampak konflik. Selain itu, blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran juga disebut akan dihentikan.

Baca juga: Lima Tuntutan Aksi di Bundaran HI, Massa Ikut Tuntut Program MBG Dihentikan

Trump turut menyinggung dampak kesepakatan tersebut terhadap perdagangan energi dunia dengan mengatakan, “Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!”

Sebelumnya, sumber Reuters mengungkapkan bahwa rancangan perjanjian mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian blokade maritim AS, serta perpanjangan gencatan senjata. Adapun pembahasan mengenai program nuklir Iran akan dilanjutkan dalam perundingan tambahan selama 60 hari ke depan.

Konflik antara AS dan Iran yang dimulai sejak serangan pertama pada 28 Februari lalu telah menyebabkan ribuan korban jiwa. Eskalasi perang juga memengaruhi stabilitas pasar energi global setelah Iran memblokade Selat Hormuz dan melancarkan serangan terhadap sejumlah target yang terkait dengan AS dan sekutunya.

Baca juga: Ingin Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Prabowo Targetkan 5.000 Desa Nelayan

Dalam substansi kesepakatan, pejabat senior Iran sebelumnya menyebut AS akan melepaskan aset Iran yang dibekukan senilai US$25 miliar atau sekitar Rp444 triliun. Sebagai imbalannya, Iran berkomitmen tidak memproduksi maupun memperoleh senjata nuklir.

Iran juga dikabarkan bersedia mempertahankan kondisi program nuklirnya saat ini dengan tidak meningkatkan pengayaan uranium maupun memperluas fasilitas nuklir selama proses negosiasi lanjutan berlangsung.

Di sisi lain, pejabat AS menyatakan kesepakatan jangka panjang nantinya akan mengarah pada pembongkaran bertahap program nuklir Iran, termasuk penghancuran dan pemindahan cadangan uranium yang telah diperkaya.

Baca juga: Pertamina Sebut Isu Batas Pembelian Pertalite Rp50.000 di SPBU Tidak Benar

Meski proses perdamaian menunjukkan perkembangan signifikan, tantangan masih muncul dari kelompok garis keras di Iran. Dalam demonstrasi yang berlangsung pada akhir pekan lalu di sejumlah kota, sebagian peserta aksi menyatakan penolakan terhadap kerangka kesepakatan dan menentang kompromi dengan Washington.

Share
Tulisan Terkait

Keponakan Trump Kecam Serangan AS ke Iran, Soroti Tewasnya 165 Sisws SD

PUNCA.CO – Keponakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Mary L. Trump, melontarkan...

Trump Ancam Tarif 10% ke Sekutu Eropa Gegara Greenland

PUNCA.CO – Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji akan memberlakukan tarif terhadap...

Hakim Tunda Vonis Kasus Suap Trump

Internasional – Hakim pengadilan di New York, Juan Merchan menunda putusan hukuman...