PUNCA.CO – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia resmi melantik pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh periode 2026-2031 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026).
Kepengurusan yang dipimpin Muhammad Salim Fakhry itu didominasi kader muda yang mencapai sekitar 70 persen dari total susunan pengurus sebagai bagian dari strategi regenerasi partai.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan ikrar pengurus yang berisi komitmen untuk menaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta seluruh peraturan organisasi, bekerja demi kejayaan Partai Golkar, dan menjalankan amanah kepengurusan dengan penuh tanggung jawab.
Baca juga: MUSWIL II BEM SI Aceh Rampungkan Agenda Strategis, Soroti Isu Aceh ke Tingkat Nasional
Pelantikan kemudian ditandai dengan penyerahan pataka Partai Golkar dari Ketua Umum kepada Ketua DPD I Golkar Aceh.
Usai dilantik, Ketua DPD I Partai Golkar Aceh Muhammad Salim Fakhry menegaskan kepengurusan baru disusun untuk memperkuat regenerasi sekaligus memperluas basis kader partai menjelang agenda politik mendatang.
“Kami siap bekerja dan memenangkan Partai Golkar di Aceh. Kepengurusan ini kami susun dengan menggabungkan pengalaman kader senior dan semangat kader muda,” kata Salim.
Baca juga: Prabowo Minta Birokrat, TNI, Polri, dan Kejaksaan Introspeksi
Ia mengatakan komposisi pengurus juga telah memenuhi ketentuan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen. Selain itu, struktur kepengurusan melibatkan berbagai latar belakang profesi, mulai dari aktivis organisasi, mahasiswa, pengusaha, hingga pensiunan aparatur sipil negara (ASN).
Menurut Salim, sekitar 70 persen pengurus baru berasal dari kalangan muda yang selama ini aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, organisasi kampus, hingga organisasi kader.
“Anak-anak muda ini hampir mencapai 70 persen. Mereka berasal dari berbagai organisasi dan telah melalui proses pengkaderan. Kami ingin memberi ruang agar ide, gagasan, dan energi mereka menjadi kekuatan baru bagi Partai Golkar di Aceh,” ujarnya.
Baca juga: Terdakwa Kasus Konten Penistaan Agama di TikTok Divonis 2 Tahun Penjara
Sementara itu, kader-kader senior tetap diberi peran melalui sejumlah badan strategis, seperti Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, Dewan Penasihat, dan Dewan Pakar. Menurut Salim, pola tersebut menjadi upaya menjaga kesinambungan organisasi dengan memadukan pengalaman kader senior dan inovasi generasi muda.
“Partai Golkar adalah partai yang terbuka. Kolaborasi antara kader muda, kader senior, kalangan profesional, pengusaha, dan berbagai elemen masyarakat akan semakin memperkuat organisasi dalam menghadapi agenda politik ke depan,” katanya.
Dengan susunan kepengurusan baru tersebut, DPD I Partai Golkar Aceh menargetkan konsolidasi organisasi berjalan lebih kuat hingga ke tingkat kabupaten/kota sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.










