Home Ekonomi 7 Prinsip Investasi Warren Buffett agar Terhindar dari Kerugian Permanen
Ekonomi

7 Prinsip Investasi Warren Buffett agar Terhindar dari Kerugian Permanen

Share
7 Prinsip Investasi Warren Buffett agar Terhindar dari Kerugian Permanen
Warren Buffett | Dok. thesauditimes.net
Share

PUNCA.CO – Investor legendaris Warren Buffett dikenal sebagai salah satu tokoh paling sukses di dunia investasi. Selama lebih dari enam dekade, CEO Berkshire Hathaway itu konsisten menerapkan strategi yang berfokus pada perlindungan modal dan menghindari kerugian permanen.

Dilansir Kompas.com (2/8/2026), Buffett memiliki dua aturan sederhana dalam berinvestasi. Aturan pertama adalah jangan pernah kehilangan uang, sedangkan aturan kedua adalah jangan pernah melupakan aturan pertama.

Meski demikian, Buffett menegaskan bahwa aturan tersebut bukan berarti harga saham tidak boleh mengalami penurunan. Menurutnya, fluktuasi harga dalam jangka pendek berbeda dengan kerugian permanen yang terjadi akibat keputusan investasi yang salah, mengambil risiko berlebihan, atau membeli bisnis yang tidak benar-benar dipahami.

Baca juga: Harga Beras di Banda Aceh Naik, Pedagang Sebut Pasokan Gabah Belum Stabil

Untuk menghindari kondisi tersebut, Buffett selama ini berpegang pada sejumlah prinsip yang terus diterapkannya dalam setiap keputusan investasi.

Prinsip pertama adalah hanya berinvestasi pada bisnis yang benar-benar dipahami.

“Risiko muncul ketika Anda tidak mengetahui apa yang sedang Anda lakukan,” kata Buffett.

Baca juga: Sabang Jadi Daerah Terbaik Pelayanan Perizinan di Aceh

Karena itu, ia selalu berinvestasi dalam lingkup bisnis yang dapat dipahaminya dengan baik atau yang dikenal sebagai circle of competence. Buffett bahkan rela melewatkan peluang keuntungan jika tidak memahami model bisnis suatu perusahaan maupun prospek usahanya dalam jangka panjang.

Selain memahami bisnis, Buffett juga menerapkan konsep margin of safety atau margin keamanan.

“Harga adalah apa yang Anda bayar, sedangkan nilai adalah apa yang Anda peroleh,” tulis Buffett dalam salah satu surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway.

Baca juga: WhatsApp Tinjau dan Blokir Akun yang Diduga Spam, Ini Penyebabnya

Prinsip tersebut mendorong Buffett untuk menghitung nilai intrinsik sebuah perusahaan sebelum membeli sahamnya. Ia baru akan berinvestasi ketika harga pasar berada di bawah nilai wajarnya sehingga memiliki ruang pengaman apabila kondisi bisnis berubah di masa mendatang.

Buffett juga selalu memandang saham sebagai kepemilikan atas sebuah perusahaan, bukan sekadar instrumen yang diperdagangkan setiap hari di bursa.

“Periode kepemilikan favorit kami adalah selamanya,” tegas Buffett.

Baca juga: Lembaga Wali Nanggroe Himpun Aspirasi Diaspora Aceh di Medan

Pendekatan tersebut membuatnya tidak mudah panik ketika harga saham berfluktuasi. Selama fundamental perusahaan tetap kuat, Buffett memilih mempertahankan investasinya meski pasar sedang mengalami tekanan.

Dalam memilih perusahaan, Buffett juga mencari bisnis yang memiliki economic moat atau keunggulan kompetitif yang sulit ditiru pesaing.

“Dalam bisnis, saya mencari kastel ekonomi yang dilindungi parit pertahanan yang tidak dapat ditembus,” tulis Buffett.

Baca juga: Empat Pelajar Terseret Arus di Pantai Ujong Batee, Satu Tewas Tiga Hilang

Menurutnya, perusahaan yang memiliki merek kuat, posisi dominan di pasar, atau biaya perpindahan pelanggan yang tinggi cenderung mampu mempertahankan keuntungan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Buffett selalu menjaga cadangan kas dalam jumlah besar. Setelah krisis keuangan global 2008, ia menulis, “Kas yang dipadukan dengan keberanian saat krisis adalah sesuatu yang tak ternilai.”

Cadangan kas tersebut memberikan fleksibilitas bagi Berkshire Hathaway untuk membeli aset berkualitas ketika harga saham turun akibat kepanikan pasar tanpa harus menjual investasi yang sudah dimiliki.

Baca juga: Wagub Aceh Sebut Dayah Benteng Utama Generasi Beriman

Kesabaran juga menjadi bagian penting dari strategi investasi Buffett.

“Pasar saham adalah alat untuk memindahkan uang dari orang yang tidak sabar kepada mereka yang sabar,” kata Buffett.

Baginya, investor tidak perlu terburu-buru membeli saham. Menunggu peluang terbaik justru menjadi salah satu cara untuk memperoleh hasil investasi yang lebih optimal.

Baca juga: Sopir Diduga Mengantuk, Pick Up Kecelakaan Tunggal di Tol Sigli–Banda Aceh

Prinsip terakhir adalah menghindari penggunaan utang secara berlebihan.

“Jangan pernah mempertaruhkan apa yang Anda miliki dan butuhkan demi memperoleh sesuatu yang tidak Anda miliki dan sebenarnya tidak Anda perlukan,” kata Buffett.

Menurut Buffett, utang memang dapat memperbesar keuntungan ketika pasar sedang naik. Namun, saat kondisi berbalik melemah, utang juga dapat memperbesar kerugian hingga memaksa investor menjual aset pada waktu yang tidak tepat.

Baca juga: Kapolres Aceh Selatan Musnahkan Barang Bukti Ganja, Sebut Komit Berantas Narkotika

Melalui prinsip-prinsip tersebut, Buffett menegaskan bahwa investasi tidak pernah sepenuhnya bebas risiko. Namun, dengan memahami bisnis, membeli saham di bawah nilai wajarnya, berorientasi jangka panjang, memilih perusahaan berkualitas, menjaga likuiditas, bersabar, serta menghindari utang berlebihan, peluang menjaga modal sekaligus memperoleh pertumbuhan investasi dalam jangka panjang akan semakin besar.

Share
Tulisan Terkait

Mualem Paparkan Potensi Investasi di Forum ASEAN–Tiongkok

PUNCA.CO – Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, memaparkan berbagai peluang investasi strategis...

PT Green Industri Gelontorkan Rp21 Triliun di Aceh, Siap Serap 2000 Tenaga Kerja Lokal

PUNCA.CO – Dunia investasi di Aceh kembali menunjukkan geliat positif. PT Green...

PT ANIP Siap Investasi Sektor Pertanian dan Karbon di Aceh

PUNCA.CO – PT Aceh Nusa Indahpuri (ANIP) menyatakan komitmennya untuk menanamkan investasi...

Investasi di Aceh Terkendala Regulasi

PUNCA.CO – Masalah regulasi dan perizinan kembali menjadi sorotan dalam upaya mendorong...