PUNCA.CO – Seekor anakan lutung kelabu yang ditemukan seorang petani di Prabumulih, Sumatera Selatan, diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel untuk mendapatkan perawatan dan rehabilitasi. Satwa dilindungi bernama ilmiah Trachypithecus cristatus tersebut diperkirakan berusia tiga bulan dan diduga terpisah dari induk atau kelompoknya.
Anakan lutung kelabu itu kini menjalani perawatan di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Punti Kayu, Palembang, setelah dievakuasi petugas BKSDA Sumsel pada 20 Oktober 2026.
Dilansir Tirto.id (25/10/2026), Kepala BKSDA Sumsel, Daniwari Widiyanto, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi fisik satwa tersebut cukup sehat. Meski demikian, tim medis menemukan tanda-tanda stres dan aktivitas yang relatif rendah.
Baca juga: Hampir 1.000 Orang Ditangkap Usai Demo Besar di Prancis
Daniwari menjelaskan kondisi anakan lutung kelabu tersebut berdasarkan hasil pengamatan petugas.
“Anakan lutung kelabu ini terpisah dari induk atau kelompoknya. Kondisinya cukup sehat, hanya sedikit stres, menyusu sedikit dan terpantau kurang aktif,” ungkap Daniwari, Minggu (25/10/2026).
Ditemukan Petani di Pinggir Jalan
Lutung kelabu tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petani bernama Soleh pada Sabtu (17/10/2026). Saat hendak pulang menggunakan sepeda motor, ia melihat satwa yang tidak dikenalnya di pinggir jalan sekitar kebunnya di Prabumulih.
Baca juga: Operasi Patuh Seulawah 2026 Dimulai, Sasar Pelanggaran Lawan Arus hingga Tak Pakai Helm
Soleh kemudian membawa satwa itu ke rumah untuk dirawat. Setelah mencari informasi melalui internet, ia mengetahui bahwa hewan tersebut merupakan lutung kelabu yang termasuk satwa dilindungi.
Kesadaran tersebut mendorong Soleh melaporkan temuannya kepada BKSDA Sumsel agar satwa itu dapat ditangani oleh petugas berwenang.
Perlindungan terhadap lutung kelabu tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.
Baca juga: Jamur Raksasa Dianjunus rex Ditemukan di China, Tumbuh hingga 50 Sentimeter
Populasi Lutung Kelabu di Sumsel Mulai Langka
Daniwari mengatakan tim medis memberikan perhatian khusus terhadap anakan lutung kelabu tersebut karena usianya masih muda dan tidak berada bersama induknya. Observasi rutin dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi satwa selama menjalani rehabilitasi.
“Semoga rehabilitas berjalan baik dan bisa menjalani kehidupan yang sesuai dengan sifat alaminya,” kata Daniwari.
Ia juga mengungkapkan bahwa populasi lutung kelabu di Sumatera Selatan belum terdata secara pasti. Namun, satwa tersebut dinilai sudah langka akibat pembukaan lahan untuk perkebunan dan permukiman.
Baca juga: Lapak PKL Kian Menjamur, Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan Tujuh Lapak
Keberadaan lutung kelabu dilaporkan tersebar di sejumlah wilayah Sumsel, antara lain Lahat, Ogan Ilir, Muara Enim, serta kawasan pinggiran Palembang.
BKSDA Sumsel juga mencatat adanya penyerahan lutung kelabu oleh masyarakat sejak 2024. Menurut Daniwari, terdapat dua individu yang diserahkan warga dalam periode tersebut dan keduanya masih berstatus anakan.
“Sejak 2024 lalu, ada dua individu lutung kelabu serahan warga, semuanya anakan. Kita apresiasi langkah warga yang berinisiatif melapor dan menyerahkan satwa dilindungi untuk rehabilitasi,” pungkasnya.
Baca juga: Pemerintah Ajukan Rancangan APBA 2027 Sebesar Rp10,37 Triliun, Pendapatan Aceh Rp10,01 Triliun
Langkah Soleh menyerahkan lutung kelabu kepada BKSDA Sumsel menjadi bagian dari upaya penyelamatan satwa dilindungi agar dapat memperoleh perawatan yang sesuai dengan kebutuhannya.






