PUNCA.CO – Sejumlah mata uang dunia tercatat memiliki nilai jauh lebih tinggi dibandingkan rupiah, bahkan melampaui dolar Amerika Serikat (AS) yang selama ini menjadi acuan utama di pasar global.
Berdasarkan data Refinitiv pada perdagangan Selasa (28/4/2026) pukul 13.45 WIB, beberapa mata uang tercatat memiliki kurs di atas Rp10.000 per unit. Dilansir CNBC Indonesia, nilai tertinggi ditempati dinar Bahrain (BHD) yang mencapai Rp45.680 per BHD.
Dengan kurs tersebut, untuk memperoleh satu dinar Bahrain, masyarakat Indonesia perlu menukarkan hampir Rp50.000. Posisi berikutnya diisi rial Oman (OMR) dengan nilai Rp44.775 per OMR, serta dinar Yordania (JOD) sebesar Rp24.281 per JOD.
Baca juga: Mualem Konkritkan Kunjungan Investasi Para Dubes Timteng ke Aceh
Nilai ketiga mata uang tersebut jauh melampaui dolar AS yang pada waktu yang sama berada di level Rp17.240 per US$. Selain itu, sejumlah mata uang lain seperti franc Swiss, euro, pound sterling Inggris, hingga dolar Kepulauan Cayman juga tercatat memiliki nilai tinggi terhadap rupiah.
Fenomena tersenut menunjukkan bahwa tingginya nilai mata uang tidak selalu berkaitan langsung dengan ukuran ekonomi suatu negara. Sejumlah negara dengan mata uang bernilai tinggi justru memiliki skala ekonomi relatif kecil, tetapi didukung oleh kebijakan moneter yang stabil dan struktur ekonomi yang kuat.
Sebagai contoh, Bahrain dan Oman mengandalkan sektor energi sebagai penopang utama ekonomi. Sementara itu, franc Swiss dikenal sebagai aset safe haven berkat stabilitas politik dan sistem keuangan yang solid.






