PUNCA.CO – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Salah satu kebijakan utama program tersebut adalah kewajiban penyerapan produk UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam rantai pasok MBG.
Hal tersebut juga yang dilakukan oleh Yayasan MBG Sulvi Yana Sehat yang beralamat di Jl. Tapaktuan – Medan, Gampong Jambo Manyang, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan.
Baca juga: Hujan Deras Picu Banjir di Abdya, Tiga Gampong Tergenang
Saat dikonfirmasi awak media, Kepala SPPG Yayasan Sulvi Yana Sehat, Rhiyal Al Qadri ST mengatakan, bahwa pemberdayaan petani lokal melalui usaha UMKM merupakan kebijakan untuk memastikan perputaran ekonomi di daerah pelaksana program.
“Bahan pangan yang digunakan dalam menu MBG diutamakan berasal dari produsen lokal sepanjang memenuhi standar keamanan dan mutu pangan yang ditetapkan,” ujar Rhiyal Al Qadri, Minggu (26/6/2026).
Ia juga mengatakan, agar pelaku UMKM atau petani lokal bisa membuka atau meningkatkan produktivitas lahan untuk menyuplai hasil panen ke program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga: Respon Isu Kelaparan di Banda Aceh, Irwansyah Ungkap Fakta Baru
Ia menyebutkan bahwa ketentuan mengenai penyerapan produk UMKM dan BUMDes diatur dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026, sebagai pedoman pelaksanaan MBG di seluruh daerah.
“MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi bisa memberikan dan mendukung produk UMKM dan BUMDes agar ekonomi lokal ikut tumbuh,” ujarnya.
Melalui pemanfaatan produk lokal, katanya, MBG diharapkan menjadi penggerak ekonomi rakyat yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Baca juga: Pimpin Rapat Bersama Sekda dan Dinkes, Mualem Bahas Validasi Data JKA
Hal yang sama juga disampaikan Pemilik Yayasan MBG Sulvi Yana Sehat, Said Saiful Al Mahdali atau lebih dikenal dengan Abu Lamkuta. Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha UMKM maupun petani lokal bisa dijadikan mitra strategis untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Melalui kebijakan ini, kami terus mendorong dan memanfaatkan hasil bumi melalui para petani lokal maupun pelaku UMKM sehingga bisa membantu dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, pemilik UD Tani Mandiri Agro Lestari, Meli Puspita mengatakan, bahwa pihaknya sangat bersyukur atas adanya kebijakan untuk pemberdayaan petani dan pelaku UMKM.
Baca juga: Seorang Prajurit TNI Penjaga Perdamaian Kembali Gugur Setelah Perawatan Intensif
“Alhamdulillah dengan adanya MBG ini kami sangat bersukur serta membantu pelaku usaha UMKM dan masyarakat pada umumnya,” ujar Meli.
Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting untuk keberlanjutan perekonomian dari sisi UMKM.
“Dengan terserapnya produk dari para petani lokal, diharapkan pengelola MBG bisa memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” tutupnya. []










