PUNCA.CO – Dalam pelaksanaannya, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dituntut untuk memenuhi standar yang ada. Namun demikian, dalam beberapa temuan masih didapati banyak ketidaksesuaian.
Di Aceh misalnya, Ketua Projo Aceh Taufik Muhammad mendapati keluhan masyarakat terkait keberadaan aktivitas dapur MBG yang belum memenuhi standar BGN seperti bangunan, fasilitas dapur, dan instalasi pengelolaan limbah.
Semangat Kepala BGN baru yang komit memperbaiki persoalan dalam pelaksanaan program MBG, menurut Taufik harus di sambut baik oleh penyelenggara lapangan, termasuk menindaklanjuti segala keluhan masyarakat agar tidak ada yang dirugikan.
Baca juga: Pemerintah Sepakati PPPK Bisa Jadi PNS dan Paruh Waktu Bisa Jadi Penuh
Dia sendiri berharap semua pihak mampu menjalankan dan mendukung program tersebut sesuai standarisasi yang sudah di tetapkan. Hal itu di maksudkan agar program tersebut berjalan tanpa mengesampingkan kondisi lingkungan sekitar.
“Kita mau dalam pelaksanaan program MBG harus sesuai standarnya. Termasuk keluhan soal standar pengolahan limbah dapur yang mengganggu lingkungan warga,” ujarnya.
Selaku pihak yang terlibat dalam pemenangan Prabowo-Gibran, Taufik menyampaikan bahwa turut bertanggung jawab secara moral dalam mengawal pelaksanaan program-program strategis pemerintah pusat.
Baca juga: Bank Aceh dan TASPEN Perkuat Pengelolaan Dana Pensiun ASN di Aceh
Selama ini, diketahui Projo Aceh hingga jajaran kabupaten/kota dan kecamatan terus mengawal serta menerima masukan dan laporan masyarakat.
Pihaknya menyebutkan bakal melaporkan kepada BGN Pusat dapur-dapur yang masih bandel dan melanggar aturan standarisasi BGN. Seperti diketahui, Projo hingga saat ini masih komit membersamai kepemimpinan Prabowo-Gibran sesuai arahan Ketua Umum Budi Arie Setiadi.
“Setiap keluhan warga kita tampung, dan akan kita teruskan,” tegas Taufik.










