PUNCA.CO – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuntut Iran membayar kompensasi atas korban jiwa dan kerusakan yang menurutnya berkaitan dengan aktivitas Teheran selama puluhan tahun. Trump tuntut Iran kompensasi tersebut disampaikan melalui platform Truth Social pada Senin (10/8/2026).
Langkah itu menjadi respons Trump setelah Iran lebih dulu meminta kompensasi kepada AS atas kerusakan akibat konflik yang berlangsung selama lima bulan. Kompensasi tersebut juga dijadikan salah satu syarat Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Dilansir Kompas.com, (11/8/2026), Trump mengatakan telah menginstruksikan perwakilan AS agar tuntutan tersebut dimasukkan dalam pembahasan bersama Iran.
Baca juga: Presiden Iran Buka Peluang Kesepakatan dengan AS
Salah satu pihak yang disebut Trump berhak memperoleh kompensasi adalah keluarga korban serangan terhadap kapal perang AS USS Cole pada 2000. Serangan itu menewaskan 17 personel Angkatan Laut AS dan melukai lebih dari 30 orang.
Namun, FBI mengaitkan pengeboman USS Cole dengan aktivitas Al-Qaeda, bukan Iran.
Trump juga menyebut keluarga korban berbagai konflik serta korban demonstrasi di Iran sebagai pihak yang menurutnya perlu mendapatkan kompensasi. Ia mengklaim jumlah korban tersebut mencapai ratusan ribu orang dalam 50 tahun terakhir.
Baca juga: Kapal UEA Diserang Rudal di Selat Hormuz, Iran Bahas Syarat Pembukaan Jalur
Tuntutan itu kemudian diperluas Trump dengan menyebut Iran harus bertanggung jawab atas kematian dan kerusakan yang terjadi di Lebanon, Suriah, Yaman, serta Gaza.
Sebelumnya, Iran meminta kompensasi atas kerusakan akibat perang yang berlangsung selama lima bulan sejak 28 Februari. Kompensasi Iran menjadi salah satu persyaratan yang diajukan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Selain persoalan kompensasi, Iran juga meminta penghentian operasi dan ancaman militer AS, pencabutan sanksi, serta pelepasan aset Iran yang dibekukan.
Baca juga: Arab Saudi Akhirnya Memilih Bantu AS Serang Iran, Berikut Alasannya
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada Sabtu (8/8/2026) mengatakan Iran dan Oman telah sangat dekat mencapai kesepakatan mengenai jalur pelayaran baru di Selat Hormuz.
Trump menyebut permintaan kompensasi dari Iran sebelumnya tidak pernah dibahas dalam perundingan maupun pertemuan. Trump menyebut permintaan tersebut sebagai “ide menarik” sebelum mengajukan tuntutan balasan kepada Teheran.
Di tengah ketegangan tersebut, Trump juga belum memastikan apakah Iran masih memiliki peluang mencapai kesepakatan dengan AS. Ketika ditanya apakah perundingan terakhir menjadi kesempatan terakhir Iran sebelum serangan besar-besaran AS, Trump menjawab, “Anda akan tahu.”
Baca juga: AS Selidiki Dugaan Keterlibatan Rusia dalam Serangan Drone Iran ke Fasilitas Rahasia CIA
Ia kemudian mengatakan AS memiliki kemampuan untuk melakukan serangan tersebut jika menginginkannya.










