Home Internasional Presiden Iran Buka Peluang Kesepakatan dengan AS
Internasional

Presiden Iran Buka Peluang Kesepakatan dengan AS

Share
Presiden Iran Buka Peluang Kesepakatan dengan AS
Presiden Iran Masoud Pezeshkian | Dok. Press TV
Share

PUNCA.CO – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai kondisi saat ini menjadi momentum terbaik bagi Iran dan Amerika Serikat untuk kembali mencapai kesepakatan melalui jalur diplomasi.

Pezeshkian mengatakan Iran tetap berada dalam kondisi bersatu dan kuat. Menurut dia, situasi tersebut membuka ruang bagi Teheran untuk menyelesaikan persoalan yang masih menjadi sengketa dengan Washington melalui perundingan.

Dilansir CNN Indonesia, (9/8/2026), dalam konferensi pers keduanya sejak menjabat, Sabtu (8/8), Pezeshkian menyampaikan bahwa Iran dinilai telah melewati perang dan konflik dalam posisi kuat.

Baca juga: Kapal UEA Diserang Rudal di Selat Hormuz, Iran Bahas Syarat Pembukaan Jalur

“Ketika orang berbicara tentang mencapai kesepakatan, saya percaya sekarang adalah waktu terbaik karena negara ini tetap bersatu, kuat, dan kompak. Sejauh yang saya ketahui, Iran dianggap telah keluar dari perang dan konflik ini sebagai pihak yang menang dan kuat,” kata Pezeshkian.

Ia menegaskan Iran ingin memperjuangkan hak-haknya melalui diplomasi tanpa menuntut sesuatu di luar kepentingan Iran dan rakyatnya.

Pezeshkian juga menilai perang tidak akan mampu menyelesaikan seluruh persoalan antara kedua negara. Karena itu, pemerintahannya tetap mengupayakan perdamaian dengan berpedoman pada nota kesepahaman yang ditandatangani Iran dan AS pada Juni.

Baca juga: Arab Saudi Akhirnya Memilih Bantu AS Serang Iran, Berikut Alasannya

“Persoalan tidak dapat diselesaikan hanya melalui perang. Kami berusaha menuju perdamaian berdasarkan ketentuan dalam nota kesepahaman tersebut,” kata Pezeshkian.

Meski demikian, Iran belum sepenuhnya mengesampingkan persoalan kepercayaan dengan Washington. Pezeshkian menyatakan nota kesepahaman hanya dapat menjadi dasar pendekatan apabila AS meninggalkan ketidakpercayaan dan hubungan kedua negara kembali dilandasi kepercayaan.

Sikap membuka peluang dialog tersebut tidak membuat Pezeshkian menghentikan kritiknya terhadap Amerika Serikat. Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita resmi Iran IRNA, ia tetap menyampaikan pandangan keras terhadap Washington.

Baca juga: AS Selidiki Dugaan Keterlibatan Rusia dalam Serangan Drone Iran ke Fasilitas Rahasia CIA

“AS adalah negara kolonialis, AS adalah negara kriminal, dan Republik Islam tetaplah Republik Islam. Tidak ada keraguan mengenai hal itu,” imbuh Pezeshkian.

Di sisi lain, Pezeshkian menilai diplomasi telah mendorong Washington kembali ke meja perundingan dengan Teheran.

“Fakta bahwa kami melakukan pembicaraan dan menjalankan diplomasi memaksa AS untuk datang ke meja perundingan dan mencapai kesepakatan serta pemahaman dengan Iran,” kata Pezeshkian.

Baca juga: Iran Peringatkan AS Soal Pulau Kharg di Tengah Ancaman Operasi Militer Trump

Pezeshkian turut membantah anggapan bahwa nota kesepahaman tersebut membuat Iran harus mengorbankan kepentingannya. Ia menegaskan tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan Teheran menyerahkan posisi maupun kepentingannya.

“Anda tidak akan menemukan satu klausul pun dalam nota kesepahaman di mana kami menyerahkan sesuatu,” tegas Pezeshkian.

Share