PUNCA.CO – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov sebut Ukraina menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan personel militernya. Dia mengklaim upaya perekrutan tentara di negara tersebut telah menjangkau laki-laki dari berbagai kelompok usia dan berpotensi meluas ke kalangan perempuan.
Dilansir iNews.id (22/9/2026), Lavrov menyebut praktik mobilisasi di Ukraina saat ini telah menyasar laki-laki berusia muda hingga mereka yang mendekati usia lanjut. Menurutnya, proses perekrutan tersebut dilakukan secara paksa di sejumlah wilayah.
“Anda secara rutin bisa melihat rekaman menunjukkan tindakan yang disebut ‘pemburu laki-laki’. Mereka mengumpulkan laki-laki muda, bahkan mereka yang tidak muda, di jalan-jalan Kiev dan kota Ukraina lainnya,” kata Lavrov.
Baca juga: Siswa SMA di Banda Aceh Diduga Dibully dan Dikeroyok Abang Leting
Dia juga mengeklaim laki-laki yang memenuhi kriteria perekrutan dibawa menggunakan mobil untuk dikirim ke garis depan. Lavrov menyebut tindakan tersebut dilakukan tanpa surat panggilan wajib militer maupun mobilisasi resmi.
Berdasarkan klaim tersebut, Lavrov memperkirakan perempuan juga akan menjadi sasaran perekrutan berikutnya.
“Saya tidak ragu, hal tersebut segera meluas ke perempuan juga,” ujarnya.
Baca juga: UIN Ar-Raniry Kukuhkan Sembilan Guru Besar, Jumlah Profesor Capai 65 Orang
Sementara itu, militer Ukraina dilaporkan menghadapi kekurangan personel. Kondisi tersebut disebut mendorong petugas perekrutan militer melakukan penjaringan terhadap laki-laki secara acak.
Praktik itu memicu protes. Sejumlah video yang beredar di internet memperlihatkan petugas perekrutan membawa laki-laki ke dalam minibus. Beberapa rekaman juga menunjukkan penggunaan kekerasan dalam proses tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak berwenang Ukraina mengenai pernyataan Lavrov tersebut.








