PUNCA.CO – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) memulai rangkaian Jejak FISIP 6 dengan kegiatan edukasi dan penanaman mangrove di Lampulo Park, Banda Aceh pada . Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
Kegiatan tersebut mengintegrasikan agenda kemahasiswaan dengan pendidikan lingkungan dan tanggung jawab sosial. Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam mengurangi risiko abrasi, menjadi habitat berbagai biota, serta menjaga keseimbangan kawasan pesisir yang menopang kehidupan masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si, FRSPH, menyampaikan bahwa kegiatan di Lampulo Park diharapkan mempererat hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat dalam mendorong pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Baca juga: 15 Gampong di Aceh Terima Penghargaan Desa Antikorupsi
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menghadirkan perubahan positif melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Wakil Dekan FISIP USK, Dr. Masrizal, S.Sos.I., M.A., turut menekankan pentingnya edukasi mangrove sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa. Pendidikan tinggi, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu membangun kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
“Penanaman mangrove ini merupakan bentuk kepedulian nyata mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” demikian ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Baca juga: PT PEMA Matangkan Strategi Penguatan Bisnis Hasil Diversifikasi Menuju 2027
Sementara itu, Surya Darma, M.Si., selaku penanggung jawab Edukasi Mangrove Lampulo Park, menyambut baik pemilihan kawasan tersebut sebagai lokasi pembelajaran alam bagi mahasiswa Jejak FISIP 6.
Ia menjelaskan bahwa kawasan mangrove Lampulo Park memiliki luas 11 hektare dan berfungsi sebagai salah satu kawasan penyangga bagi Kota Banda Aceh.
Ketua BEM FISIP USK, Hanip, menyebut kegiatan penanaman mangrove sebagai momentum untuk mempererat kebersamaan mahasiswa, meningkatkan kolaborasi, dan membangun kepemimpinan yang berorientasi pada manfaat sosial.
Rangkaian Jejak FISIP 6 dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober hingga 2 November 2026. Melalui kegiatan tersebut, FISIP USK mendorong kepedulian lingkungan agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui pemeliharaan mangrove dan partisipasi aktif dalam menjaga kawasan pesisir.
Sejumlah pihak turut hadir, antara lain Kasubag Kemahasiswaan FISIP USK Ibnu Kasir, S.E., Tarmizi, Rahmad Aulia, mahasiswa, serta mitra FISIP USK dari pengelola Edukasi Mangrove Lampulo Park, Surya Darma, M.Si., yang juga disebut sebagai Kabid di Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh.
Melalui penanaman mangrove tersebut, Jejak FISIP 6 mengawali rangkaian kegiatannya dengan menggabungkan pembelajaran, kepedulian sosial, dan upaya pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembentukan generasi muda yang bertanggung jawab terhadap masa depan kawasan pesisir.








