Home Internasional Trump Desak Zelensky Berdamai dengan Rusia, Sebut Kesepakatan Bisa Tercapai Sejak 2024
Internasional

Trump Desak Zelensky Berdamai dengan Rusia, Sebut Kesepakatan Bisa Tercapai Sejak 2024

Share
Trump Desak Zelensky Berdamai dengan Rusia, Sebut Kesepakatan Bisa Tercapai Sejak 2024
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy dan Presiden AS, Donald Trump. | Dok. Associated Press/ Julia Demaree Nikhinson
Share

PUNCA.CO – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk mengakhiri perang. Trump menilai peluang mencapai kesepakatan sebenarnya sudah terbuka sejak dua tahun lalu.

Dilansir detik.com (21/10/2026), pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih, pada Rabu (21/10/2026). Ia juga menyinggung pertemuan singkatnya dengan Zelensky pada masa sebelumnya sebagai kesempatan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mencapai kesepakatan.

“Kami ingin Zelensky membuat kesepakatan. Dia bisa membuat kesepakatan. Dia seharusnya bisa membuat kesepakatan dua tahun lalu saat kami berbincang singkat di Ruang Oval,” kata Trump, dikutip AFP (21/10/2026).

Baca juga: 15 Gampong di Aceh Terima Penghargaan Desa Antikorupsi

Trump menilai Zelensky perlu menunjukkan kemauan untuk berunding. Menurutnya, masyarakat Ukraina tidak akan mampu terus bertahan dalam situasi perang yang berkepanjangan.

“Dia harus memiliki keinginan untuk membuat kesepakatan, karena menurut saya rakyatnya tidak akan tahan lagi dengan situasi ini,” kata Trump.

Hubungan Washington dan Kyiv Memanas

Desakan Trump muncul ketika hubungan antara Washington dan Kyiv mengalami ketegangan. Trump sebelumnya mencabut sebagian sanksi untuk mendorong kesepakatan pasokan diesel dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia juga mengkritik Zelensky dan menyebutnya sebagai penghasut perang setelah Ukraina menyerang kilang minyak Rusia.

Baca juga: PT PEMA Matangkan Strategi Penguatan Bisnis Hasil Diversifikasi Menuju 2027

Ketegangan antara Trump dan Zelensky bukan hal baru. Keduanya, bersama Wakil Presiden AS JD Vance, pernah terlibat konfrontasi sengit yang disiarkan televisi di Ruang Oval pada Februari 2025, tidak lama setelah Trump kembali menjabat sebagai presiden.

Di tengah situasi tersebut, Zelensky bertemu dengan utusan Trump, Steve Witkoff, di Oslo pada Selasa (20/10/2026). Pertemuan itu bertujuan membahas langkah-langkah untuk meredakan ketegangan kedua negara.

Zelensky menyambut baik dimulainya kembali pertukaran intelijen AS terkait ancaman serangan Rusia. Namun, ia menegaskan bahwa Ukraina harus dilibatkan dalam setiap pembicaraan mendatang yang menyangkut masa depan negaranya.

Baca juga: Wakili Gubernur pada Pembukaan Rakernas XX BEM SI 2026, Pj Sekda Aceh Dorong Mahasiswa Jadi Mitra Strategis Pembangunan

Kyiv juga semakin khawatir terhadap sikap Trump yang kembali menyalahkan Ukraina atas kegagalan mengakhiri perang, sementara pernyataan Trump terhadap Putin dinilai semakin bersahabat.

Trump Minta Putin Bebaskan Warga AS

Selain mendorong kesepakatan untuk mengakhiri perang, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta Putin membebaskan Stephen Hubbard, warga negara AS yang ditawan pasukan Rusia di Ukraina beberapa tahun lalu.

Trump mengisyaratkan bahwa kesepakatan mengenai pembebasan Hubbard berpotensi tercapai dalam waktu dekat. Namun, ia belum memastikan kapan pembebasan tersebut akan dilakukan.

Baca juga: Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

“Saya telah berbicara dengan Presiden Putin mengenai Bapak Hubbard. Saya telah berbicara panjang lebar dengannya. Saya telah memintanya untuk membebaskan dia. Kita lihat saja apa yang akan terjadi,” ujar Trump menanggapi pertanyaan dari seorang jurnalis AFP.

Trump kemudian meminta wartawan mengikuti perkembangan persoalan tersebut dalam beberapa hari mendatang.

“Ikuti saja perkembangannya. Ingatlah pertanyaan itu beberapa hari lagi, karena saya melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain,” tambah Trump.

Baca juga: Partai Aceh Ajak Kader Muda Bergerak Perhatikan Kesehatan dan Lingkungan Hidup

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, Trump belum memberikan kepastian mengenai waktu pembebasan Hubbard maupun tercapainya kesepakatan antara Rusia dan Ukraina.

Share
Tulisan Terkait

Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakati Gencatan Senjata Energi, Moskow Belum Konfirmasi

PUNCA.CO – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Rusia dan...

Rusia Peringatkan Diplomat Asing Segera Tinggalkan Kiev

PUNCA.CO – Rusia memperingatkan diplomat asing yang berada di Kiev agar segera...

Trump Tolak Gencatan Senjata 7 Hari yang Diajukan Iran

PUNCA.CO – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan menolak proposal gencatan...

Trump Ingin Danau Ontario Ganti Nama Jadi Danau Amerika, Kanada Menolak

PUNCA.CO – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan perubahan nama Danau...