PUNCA.CO – Kelompok pemukim Israel kembali melakukan serangan terhadap desa-desa Palestina di wilayah selatan Hebron, Tepi Barat yang diduduki. Dalam serangan tersebut, sejumlah warga Palestina dilaporkan terluka, termasuk perempuan dan anak-anak.
Dilansir Al-Jazeera, Rabu (28/1), para pemukim Israel tersebut menyerbu permukiman warga dengan membakar properti dan kayu bakar, menghancurkan jendela rumah serta kendaraan, hingga memblokir akses ambulans saat korban berjatuhan.
Baca juga: Pemerintah Aceh Percepat Identifikasi Lahan Huntap di 17 Kabupaten/Kota
Salah satu korban, Samir Hamamda, mengungkapkan dirinya menjadi sasaran pemukulan ketika massa pemukim Israel menyerbu rumahnya. Ia mengatakan rumahnya dilempari batu dan disemprot merica, hingga membuat keluarganya mengalami luka-luka.

Palang Merah Palestina melaporkan telah memberikan perawatan kepada dua korban di desa al-Fakhit. Keduanya masing-masing seorang pemuda dengan cedera kepala dan seorang gadis yang mengalami patah tangan.
Serangan juga terjadi di wilayah Masafer Yatta. Sejumlah warga dilaporkan terluka setelah para pemukim Israel merusak jendela kendaraan dan rumah penduduk. Korban luka dilaporkan termasuk perempuan dan anak-anak.
Baca juga: Pemkab Konawe Salurkan Bantuan 100 Ton Beras untuk Korban Bencana Aceh
Sementara itu, di Khirbet al-Halawa, beberapa warga Palestina kembali terluka akibat lemparan batu. Para pemukim Israel juga dilaporkan mencuri sekitar 150 ekor domba dari wilayah tersebut, menurut laporan Wafa.
Tak hanya di selatan Hebron, kelompok pemukim Israel juga dilaporkan menyerbu lahan warga Palestina di dekat Ramallah dan mencabut sedikitnya 200 pohon zaitun milik warga.
Baca juga: India-Uni Eropa Sepakati Perdagangan Bebas, Modi Sebut Kesepakatan Terbesar Sepanjang Masa
Kantor berita resmi Wafa menyebutkan, serangan terbaru terjadi di sekitar kota Turmus Aya, sekitar 22 kilometer timur laut Ramallah, kota utama di Tepi Barat yang diduduki.
Berdasarkan data Komisi Pendudukan dan Perlawanan Tembok yang berbasis di Ramallah, sepanjang tahun lalu pasukan Israel dan para pemukim melakukan serangan dalam jumlah tertinggi terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Tercatat sedikitnya 1.382 aksi penghancuran, yang secara khusus menargetkan tanah pertanian serta pohon-pohon zaitun milik warga Palestina.






