Home Lokal Aceh Siaga Bencana, Pemda Diminta Aktifkan Posko 24 Jam Hadapi Cuaca Ekstrem
Lokal

Aceh Siaga Bencana, Pemda Diminta Aktifkan Posko 24 Jam Hadapi Cuaca Ekstrem

Share
Aceh Siaga Bencana, Pemda Diminta Aktifkan Posko 24 Jam Hadapi Cuaca Ekstrem
Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA di dampingi SKPA terkait memimpin Rakor via zoom meeting bersama Tim SAR & BMKG di ruang rapat kerja Sekda Aceh, Senin, 13 April 2026
Share

PUNCA.CO – Pemerintah Aceh menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah kabupaten/kota hingga 20 April 2026, menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.

Langkah ini diambil setelah adanya potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang diperkirakan melanda hampir seluruh wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan.

Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, menegaskan seluruh pemerintah kabupaten/kota wajib mengaktifkan posko siaga darurat selama 24 jam, terutama di daerah rawan bencana.

Baca juga: UIN Ar-Raniry Siap Jadi Pelopor Zona KHAS di Perguruan Tinggi Aceh

“Kami meminta BPBD di kabupaten/kota untuk segera mengaktifkan posko dan memantau perkembangan cuaca secara real-time. Periode ini sangat krusial untuk meminimalisir risiko,” ujarnya dalam rapat koordinasi, Senin (13/4/2026).

Berdasarkan analisis BMKG, kondisi atmosfer di Aceh saat ini dipengaruhi pola siklonik, belokan angin (shearline), dan konvergensi yang memicu pertumbuhan awan hujan. Situasi ini meningkatkan risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang pada periode 11–20 April 2026.

Pemerintah daerah diminta bergerak cepat melakukan langkah mitigasi, mulai dari pembersihan drainase dan sungai, pengerukan sedimentasi, hingga pemangkasan pohon rawan tumbang dan pengamanan baliho.

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Turun Lagi

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga diperkuat dengan mobilisasi Tim Reaksi Cepat (TRC), penempatan alat berat, serta kesiapan sarana evakuasi seperti perahu motor, kendaraan darurat, logistik, dan tenda pengungsian.

Sekda juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk dengan TNI/Polri serta instansi terkait seperti BPJN, BWSS, SAR, PLN, dan Telkom untuk memastikan respons cepat saat kondisi darurat.

Baca juga: Pemerintah Aceh Buka Sanggahan Data JKA, Bisa Melalui Kantor Keuchik

Optimalisasi sistem peringatan dini juga menjadi fokus. Camat, keuchik, dan perangkat desa diminta aktif menyebarkan informasi cuaca kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi.

“Jangan ada informasi yang terputus. Semua langkah ini untuk memastikan risiko dampak cuaca ekstrem bisa ditekan,” tegasnya.

Share
Tulisan Terkait

Angin Kencang Terjang Sabang, Sejumlah Rumah Warga Rusak

PUNCA.CO – Angin kencang melanda wilayah Kota Sabang pada Minggu malam (20/7/2025)....

Gelombang Tinggi Capai 4 Meter, BMKG Minta Nelayan Waspada

PUNCA.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aceh Besar...