Home Lokal Kemenhaj Distribusikan Koper Jemaah Haji Banda Aceh
Lokal

Kemenhaj Distribusikan Koper Jemaah Haji Banda Aceh

Share
Kemenhaj Distribusikan Koper Jemaah Haji Banda Aceh
Koper jemaah haji Banda Aceh didistribusikan | Foto: PUNCA.CO
Share

PUNCA.CO – Jelang masuk asrama, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Banda Aceh mendistribusikan sebanyak 392 koper jemaah haji yang tergabung dalam kloter 4 hingga kloter 14.

Kepala Kemenhaj Banda Aceh, M. Iqbal, mengatakan pembagian koper dilakukan secara bertahap. Untuk kloter pertama sudah lebih dulu didistribusikan.

“Hari ini yang tersalurkan sebanyak 392 koper. Dari pagi sudah diambil para jemaah dan ini diperkirakan tersisa 30 persen lagi yang belum diambil jemaah,” kata Iqbal, Sabtu (25/4/2026).

Baca juga: Jangan Panik, Besok Sirene Simulasi Bencana Akan Dibunyikan di Banda Aceh

Adapun rincian distribusi meliputi kloter 4 sebanyak 186 jemaah, kloter 6 sebanyak 2 jemaah, kloter 11 sebanyak 2 jemaah, kloter 12 sebanyak 114 jemaah, kloter 13 sebanyak 2 jemaah, serta kloter 14 sebagai kloter terakhir sebanyak 87 jemaah.

Iqbal menyebutkan, seluruh koper yang telah dibagikan kini sudah diambil langsung oleh jemaah di Asrama Haji Emabarkasi Aceh. Pihaknya menargetkan seluruh proses distribusi dapat dirampungkan dalam waktu dekat.

“Kita upayakan hari ini selesai. Jika belum, akan kita tuntaskan besok atau paling lambat Senin,” tegasnya.

Baca juga: Ngaku KDRT Saat Telepon Polisi, Ternyata Ibu di Banda Aceh Ini Hanya Lapar

Distribusi koper menjadi salah satu tahapan krusial dalam persiapan keberangkatan. Jemaah dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji pada 5 Mei pukul 07.00 WIB, yang diawali dengan pelepasan resmi oleh Wali Kota Banda Aceh di Balai Kota.

Setelah itu, jemaah akan menjalani serangkaian proses, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian gelang identitas, hingga penyerahan dokumen penting seperti paspor, kartu Baitul Asyi, dan kartu Nusuk, serta uang living cost.

Iqbal menekankan pentingnya kartu Nusuk sebagai dokumen utama selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

Baca juga: Polisi Sita 70 Ribu Batang Rokok Ilegal, Dua Mahasiswa Diamankan

“Kartu Nusuk ini menjadi legalitas utama jemaah untuk mengakses Makkah dan Madinah. Pemeriksaannya sangat ketat, bahkan sejak di perjalanan hingga di hotel. Jika tidak ada, jemaah bisa dianggap bermasalah,” ujarnya.

Share