PUNCA.CO – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sungai di Kabupaten Aceh Tenggara menyebabkan tiga sungai meluap dan merendam permukiman warga di lima desa, Rabu (20/5/2026) malam. Sedikitnya sekitar 200 rumah dilaporkan terdampak banjir.
Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBA, Haslinda, mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 20.00 WIB setelah debit air Sungai Lawe Bulan, Lawe Kisam, dan Lawe Kinga meningkat tajam akibat tingginya curah hujan sejak sore hari.
“Debit air di tiga sungai tersebut naik secara signifikan hingga meluap ke kawasan permukiman masyarakat,” kata Haslinda dalam laporan kebencanaan BPBA, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Sudah 5 Hari Banjir Rob Terjang Rendam Pesisir Aceh Utara, Warga Mengungsi
Banjir merendam Desa Kuning I, Pinding, dan Kuta Buluh di Kecamatan Bambel. Sementara di Kecamatan Deleng Pokhkisen, genangan terjadi di Desa Peseluk Pesimbe dan Desa Lembah Alas.
Data sementara menunjukkan sekitar 200 unit rumah warga terdampak luapan sungai. Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan terhadap jumlah warga terdampak, pengungsi, maupun kemungkinan kerugian yang ditimbulkan akibat bencana tersebut.
Merespons kejadian itu, BPBD Aceh Tenggara segera mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, pendataan, serta membantu evakuasi warga yang berada di daerah terdampak banjir.
Baca juga: 41 Rumah Warga di Aceh Tenggara Rusak dan Berlumpur Akibat Banjir Bandang
Untuk mempercepat penanganan, BPBD juga menurunkan dua unit alat berat excavator ke Kecamatan Deleng Pokhkisen dan kawasan Bambel guna membantu normalisasi aliran air serta mengantisipasi dampak yang lebih luas.
Selain melakukan penanganan darurat, petugas mengimbau masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir agar sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila debit air kembali meningkat.
Meski kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut pada Kamis pagi, BPBA tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih dapat terjadi di wilayah Aceh Tenggara dan kawasan hulu sungai.
Baca juga: Banjir Bandang di Aceh Tenggara Sebabkan Akses Jalan Nasional Kutacane–Medan Putus
BPBA bersama BPBD Aceh Tenggara saat ini terus memantau perkembangan di lapangan serta melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak dapat ditangani secara cepat dan tepat.







