PUNCA.CO– Berkurangnya pasokan tomat dalam dua pekan terakhir memicu lonjakan harga di pasar-pasar tradisional Banda Aceh dan Aceh Besar. Harga komoditas hortikultura tersebut kini naik hampir dua kali lipat dibandingkan kondisi normal, menjadikannya salah satu bahan pangan dengan kenaikan paling tajam menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Di Pasar Al Mahira, Banda Aceh, harga tomat yang sebelumnya dijual Rp15 ribu per kilogram kini mencapai Rp25 ribu per kilogram. Pedagang sayur, Bulqaini, mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap dalam dua minggu terakhir dan mulai memengaruhi pola belanja masyarakat.
“Biasanya Rp15 ribu per kilo, sekarang sudah Rp25 ribu. Pembeli tetap ada, tapi sebagian membeli lebih sedikit dari biasanya,” ujar Bulqaini, Selasa (26/5/2026).
Baca juga: Harga Sapi Naik, Daging Meugang di Banda Aceh dan Aceh Besar Tembus Rp180 Ribu per Kilogram
Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Induk Aceh Besar. Pedagang bahan dapur, Virza, menyebut harga tomat Aceh melonjak dari Rp12 ribu menjadi Rp23 ribu per kilogram. Sementara tomat yang didatangkan dari Medan kini dijual Rp25 ribu per kilogram.
“Pasokan tomat berkurang sehingga harga naik tinggi. Sudah sekitar dua minggu stok yang masuk tidak sebanyak biasanya,” kata Virza.
Menurutnya, keterbatasan pasokan membuat pedagang kesulitan memperoleh barang dalam jumlah normal. Akibatnya, harga di tingkat distributor naik dan berimbas langsung ke harga jual di pasar.
Baca juga: Fenomena Langka Dua Kali Setahun, Warga Diajak Pastikan Ketepatan Kiblat
Lonjakan harga tomat terjadi saat aktivitas perdagangan kebutuhan dapur meningkat menjelang meugang. Tingginya permintaan masyarakat membuat stok berbagai komoditas lebih cepat terserap pasar, sementara pasokan belum mampu mengimbangi kebutuhan yang terus bertambah.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh, Bukhari, mengatakan kenaikan harga bahan pangan menjelang meugang merupakan dampak dari tingginya permintaan masyarakat. Kondisi tersebut semakin terasa ketika ketersediaan barang di pasar terbatas.
“Ketika permintaan meningkat dan stok yang tersedia tidak mencukupi, harga akan ikut naik. Ada juga masyarakat yang membeli lebih banyak untuk persediaan sehingga kebutuhan pasar semakin tinggi,” ujarnya.
Baca juga: Fenomena Langka Dua Kali Setahun, Warga Diajak Pastikan Ketepatan Kiblat
Selain tomat, sejumlah kebutuhan dapur lainnya juga masih bertahan di level tinggi. Namun, pedagang menilai kenaikan tomat menjadi yang paling mencolok karena terjadi dalam waktu singkat dan mencapai hampir 100 persen dibanding harga normal.
Para pedagang berharap distribusi pasokan kembali lancar dalam waktu dekat agar harga berangsur turun. Jika pasokan tetap terbatas, harga tomat diperkirakan masih berpotensi bertahan tinggi meski perayaan meugang telah berakhir.






