PUNCA.CO – Mojtaba Khamenei menyerukan Hizbullah untuk terus melanjutkan perlawanan terhadap Israel. Seruan itu disampaikan setelah Pemimpin Tertinggi Iran tersebut merespons surat sumpah setia yang dikirimkan oleh kelompok milisi asal Lebanon itu.
Dilansir CNN Indonesia.com (27/72026), Mojtaba menyampaikan apresiasi atas perjuangan Hizbullah yang dinilainya telah mengangkat martabat Lebanon di dunia Islam, Melalui unggahan di platform X pada Minggu (26/7/2026).
“Para pejuang (Hizbullah), melalui jihad dan perlawanan mereka, telah membawa kehormatan dan reputasi tinggi bagi Lebanon di seluruh dunia Islam,” tulis Mojtaba.
Baca juga: AS Selidiki Dugaan Keterlibatan Rusia dalam Serangan Drone Iran ke Fasilitas Rahasia CIA
Dalam unggahan lainnya, ia juga mengutip Al-Quran Surah At-Taubah ayat 123 yang berisi seruan untuk melakukan perlawanan.
“Wahai orang-orang beriman! Perangilah orang-orang kafir di sekitar kalian, dan biarkan lah mereka merasakan kekerasan dari kalian,” Surah At-Taubah ayat 123.
Selain itu, Mojtaba turut mengenang sejumlah komandan Hizbullah yang tewas dalam serangan Israel, termasuk Sekretaris Jenderal Naim Qassem beserta anggota lainnya. Ia mendoakan agar mereka memperoleh berkah dari Tuhan.
Baca juga: Iran Peringatkan AS Soal Pulau Kharg di Tengah Ancaman Operasi Militer Trump
Menurut Mojtaba, berbagai pencapaian Hizbullah tidak terlepas dari kesabaran, kemuliaan, pengorbanan diri, serta dukungan masyarakat Lebanon, terutama warga yang tinggal di wilayah selatan negara tersebut. Ia juga menyatakan bahwa keteguhan dalam perjuangan akan membawa kemenangan ilahi sebagaimana yang dijanjikan.
“Hari ini, ketika bangsa-bangsa dunia telah lelah dengan tirani dan penindasan pemerintah AS serta Zionis kriminal [Israel], yang merupakan perusak nyawa dan generasi, tidak ada jalan ke depan kecuali jihad dan perlawanan,” kata Mojtaba.
Ia menambahkan bahwa surat sumpah setia dari Hizbullah layak mendapat penghormatan dan apresiasi.
Baca juga: Iran Gempur Bahrain dan Kuwait Usai Serangan AS Berlanjut Tujuh Malam Berturut-turut
Sementara itu, konflik antara Israel dan Hizbullah terus berlangsung sejak Maret lalu. Pertempuran kembali meningkat setelah Hizbullah melancarkan serangan balasan menyusul kematian Ayatollah Ali Khamenei.
Di tengah eskalasi tersebut, Israel dan pemerintah Lebanon diketahui sedang menjalani perundingan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat. Namun, Hizbullah tidak dilibatkan dalam proses negosiasi itu, sementara poin-poin yang diajukan disebut hanya menguntungkan pihak Israel.







