Home Hukum Lapas di Aceh Overkapasitas, Kasus Narkotika Terbanyak
Hukum

Lapas di Aceh Overkapasitas, Kasus Narkotika Terbanyak

Share
Lapas di Aceh Overkapasitas, Kasus Narkotika Terbanyak
Petugas Lapas Lhoknga saat melakukan sosialisasi.| Dok. Humas Lapas Lhoknga
Share

PUNCA.CO –  Lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) di Aceh masih menghadapi persoalan kelebihan kapasitas. Jumlah warga binaan yang mencapai sekitar 7.300 orang membuat tingkat overkapasitas hunian saat ini mencapai 75 persen.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh, Ramdani Boy, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena kapasitas hunian lapas dan rutan tidak sebanding dengan jumlah warga binaan yang harus ditampung.

“Overkapasitas seperti yang kami laporkan, sekitar 75 persen dari jumlah 7.300 warga binaan. Bahkan ada yang mencapai 300 persen seperti di Idi karena kapasitas lapasnya kecil, tetapi penghuninya banyak,” ujar Ramdani Boy, Rabu (19/8/2026).

Baca juga: Pesawat Garuda Indonesia Uji Internet Cepat, Penumpang Bisa Internetan hingga Vidio Call

Menurut Ramdani, tingginya jumlah warga binaan di Aceh tidak terlepas dari dominasi perkara narkotika. Dari total penghuni lapas dan rutan, sekitar 65 persen merupakan warga binaan yang terlibat kasus narkoba.

“Yang paling banyak memang kasus narkotika. Sekitar 65 persen penghuni lapas dan rutan di Aceh merupakan perkara narkoba,” katanya.

Ia menjelaskan, tingginya angka warga binaan kasus narkotika menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan beban hunian meningkat di sejumlah unit pemasyarakatan. Kondisi tersebut membuat beberapa lapas mengalami kepadatan jauh di atas rata-rata.

Baca juga: Kasus Hubungan Sesama Jenis Pejabat Inspektorat, Satpol PP-WH Amankan Barang Bukti Kasur Lipat

Salah satu contoh adalah Lapas Idi yang mengalami overkapasitas hingga 300 persen. Kepadatan terjadi karena kapasitas bangunan yang terbatas, sementara jumlah warga binaan yang harus dilayani terus bertambah.

Ramdani menyebut, persoalan daya tampung menjadi tantangan yang masih dihadapi jajaran Ditjenpas Aceh. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian agar proses pembinaan warga binaan tetap dapat berjalan secara optimal meski berada dalam keterbatasan fasilitas.

Ia menegaskan, jajaran pemasyarakatan terus berupaya menjaga pelayanan dan pembinaan terhadap warga binaan di tengah kondisi hunian yang padat.

Share