PUNCA.CO – Nyeri lutut yang muncul berulang kali sebaiknya tidak selalu dianggap sebagai keluhan biasa akibat aktivitas atau pertambahan usia. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda osteoarthritis, terutama jika disertai kekakuan dan keterbatasan gerak.
Osteoarthritis merupakan salah satu penyakit sendi yang umum dialami orang dewasa. Kondisi ini tidak hanya dapat terjadi pada usia lanjut, tetapi juga bisa dialami individu yang masih aktif.
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi munculnya nyeri lutut antara lain berat badan berlebih, riwayat cedera sendi, aktivitas berulang yang memberikan tekanan pada persendian, serta faktor genetik.
Baca juga: Plt. Sekda Aceh Perkuat Sinergi dengan BMKG untuk Kesiapsiagaan Bencana
Dilansir CNN Indonesia (28/9/2026), dr. Fahresa Hilmy, Sp.OT dari Mayapada Hospital Kuningan menjelaskan, osteoarthritis terjadi akibat kerusakan bertahap pada tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan di antara tulang.
“Akibatnya, permukaan tulang saling bergesekan sehingga menyebabkan nyeri, peradangan, dan keterbatasan gerak. Karena berkembang secara perlahan, banyak pasien baru mencari pertolongan ketika keluhan mulai mengganggu aktivitas,” kata dr. Fahresa.
Pada tahap awal, gejala osteoarthritis dapat berupa nyeri ketika beraktivitas, sendi terasa kaku, pembengkakan ringan, hingga gerakan yang mulai terbatas. Keluhan juga dapat muncul setelah melakukan aktivitas sederhana, seperti naik dan turun tangga.
Baca juga: Tiga Pengasuh Daycare di Banda Aceh Divonis hingga 3 Tahun karena Kekerasan Anak
Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kerusakan sendi dapat berkembang dan menimbulkan nyeri berkepanjangan serta keterbatasan gerak. Pada kondisi tertentu, pasien dapat memerlukan tindakan Total Knee Replacement (TKR).
Prof. Nicolaas C. Budhiparama, MD, PhD (LUMC, NL), PhD (UGM, ID), Sp.OT(K), FICS dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyebut penanganan osteoarthritis kini tidak hanya berorientasi pada keberhasilan operasi, tetapi juga kualitas pemulihan pasien.
Menurutnya, TKR dapat dipertimbangkan ketika osteoarthritis telah menyebabkan kerusakan sendi berat dan mengganggu fungsi gerak secara signifikan. Prosedur tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi nyeri dan mengembalikan fungsi sendi.
Baca juga: Mahasiswa Poltekpel Malahayati Meninggal, Penyebab Kematian Masih Tunggu Hasil Forensik
“Dalam proses pemulihan, pasien bahkan dapat mulai dilatih untuk menekuk lutut dan berdiri sekitar 5 jam setelah operasi. Dukungan teknologi robotik juga membantu meningkatkan presisi tindakan sehingga mendukung hasil penanganan yang lebih optimal,” tutur Prof. Nico.
Meski demikian, tidak semua kasus osteoarthritis membutuhkan operasi. Penanganan sejak dini dapat membantu mempertahankan fungsi sendi dan kualitas hidup pasien.
“Pada banyak kasus, gejala dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup, latihan yang tepat, fisioterapi, pengelolaan berat badan, serta terapi medis sesuai kondisi pasien. Semakin dini osteoarthritis dikenali dan ditangani, semakin besar peluang untuk mempertahankan fungsi sendi dan menjaga kualitas hidup,” kata Prof. Nico.
Baca juga: Tim Voli Bank Aceh Juarai Open Turnamen Bola Voli HUT TNI ke-81
Pasien yang mengalami keluhan pada tulang dan sendi dapat memanfaatkan layanan Orthopedic Center Mayapada Hospital. Layanan tersebut mencakup penanganan gangguan muskuloskeletal, termasuk nyeri otot dan sendi, pencegahan serta pemulihan cedera.
Mayapada Hospital juga menyediakan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) untuk skrining, pencegahan, penanganan cedera, serta program peningkatan performa untuk aktivitas sehari-hari maupun olahraga.
Layanan tersebut didukung fasilitas seperti gym, VO2 Max, dan Body Composition Analysis. Untuk pasien internasional, tersedia International Care Concierge yang membantu koordinasi janji temu, pendampingan selama perawatan, dan komunikasi selama pengobatan.
Baca juga: Banjir dan Longsor Kembali Terjadi di Gayo Lues, 33 KK Desa Pasir Terisolir
Informasi layanan dapat diperoleh melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990, atau aplikasi MyCare.
Melalui fitur Personal Health di MyCare, pengguna juga dapat memantau sejumlah indikator kebugaran, termasuk detak jantung, jumlah langkah, kalori yang terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).






