Home Kesehatan Jangan Kelamaan, Ini Batas Waktu Berjemur untuk Vitamin D
Kesehatan

Jangan Kelamaan, Ini Batas Waktu Berjemur untuk Vitamin D

Share
Jangan Kelamaan, Ini Batas Waktu Berjemur untuk Vitamin D
Orang berjemur. | Dok. metrum.co.id
Share

PUNCA.CO – Berjemur untuk vitamin D menjadi salah satu cara yang dilakukan banyak orang untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh. Namun, paparan sinar matahari dalam waktu lama bukan berarti membuat produksi vitamin D semakin banyak.

Dilansir dari okezone.com (7/10/2026), sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat memicu proses pembentukan vitamin D ketika mengenai kulit. Vitamin tersebut berperan dalam menjaga kesehatan tulang, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta menunjang kesehatan secara keseluruhan.

Sebagian besar orang dapat memperoleh vitamin D yang cukup melalui paparan sinar matahari pada bagian lengan dan kaki selama sekitar 5–30 menit, beberapa kali dalam seminggu.

Baca juga: Bank Aceh Catat Pertumbuhan Kinerja Positif hingga Kuartal III 2026

Meski demikian, durasi tersebut bukan patokan yang berlaku untuk semua orang. Dokter kulit bersertifikat di Mitchell Dermatology, Hope Mitchell, mengatakan tidak ada durasi paparan matahari yang “sempurna” bagi setiap orang.

Produksi vitamin D dapat dipengaruhi berbagai faktor, antara lain warna kulit, lokasi tempat tinggal, musim, serta waktu seseorang terpapar sinar matahari.

Paparan UV Berlebihan

Berjemur untuk vitamin D tetap perlu dilakukan dengan mempertimbangkan risiko paparan sinar UV. Paparan dalam jumlah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan kulit.

Baca juga: Kejari Banda Aceh Tahan Oknum Dosen dalam Perkara Korupsi Beasiswa Aceh

American Academy of Dermatology (AAD) menyatakan tidak ada tingkat paparan sinar UV yang sepenuhnya aman. Karena itu, kebutuhan vitamin D juga dapat dipenuhi melalui makanan dan suplemen.

Dokter kulit bersertifikat Shamsa Kanwal menjelaskan, paparan matahari mulai berbahaya ketika intensitasnya cukup tinggi hingga menyebabkan kulit menjadi kecokelatan atau mengalami luka bakar.

Untuk mengurangi risiko saat beraktivitas di luar ruangan, gunakan sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih setiap hari. Sunscreen perlu diaplikasikan kembali setiap dua jam ketika berada di luar ruangan, atau lebih cepat jika berkeringat maupun berenang.

Baca juga: UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, Alumni Tembus 68.132 Orang

Perlindungan tambahan juga dapat dilakukan dengan mengenakan pakaian yang menutupi kulit, topi bertepi lebar, dan kacamata hitam. Saat intensitas matahari tinggi, pilih tempat yang teduh. Di pantai, payung atau tenda dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan.

Share
Tulisan Terkait

Berjemur Disebut Bisa Mendukung Pemulihan Stroke

PUNCA.CO – Berjemur setelah stroke disebut berpotensi menjadi salah satu aktivitas pendukung...