Home Hukum Iklan Digital Diduga Jadi Alat Mata-Mata, Ratusan Juta Pengguna Terancam Dilacak
Hukum

Iklan Digital Diduga Jadi Alat Mata-Mata, Ratusan Juta Pengguna Terancam Dilacak

Share
Ilustrasi iklan di hp. | Dok. pexels.com/ Cottonbro Studio
Share

PUNCA.CO – Iklan digital milik perusahaan Israel, Discover-Tech, diduga dimanfaatkan untuk melacak aktivitas pengguna internet dan menyebarkan perangkat mata-mata tanpa memerlukan interaksi dari korban. Temuan Citizen Lab dan perusahaan keamanan periklanan Confiant mengungkap bahwa iklan tersebut dapat menjadi pintu masuk serangan siber ketika dimuat di situs web atau aplikasi.

Dilansir Kompas (20/10/2026), investigasi yang dilaporkan Reuters pada Kamis (15/10/2026) itu juga menyoroti jangkauan iklan Discover-Tech yang tersebar melalui jaringan periklanan global. Dalam sejumlah kasus, mekanisme tersebut diduga digunakan untuk mengarahkan perangkat target ke infrastruktur yang berkaitan dengan perangkat lunak mata-mata.

Perangkat jurnalis Al Jazeera menjadi sasaran

Penyelidikan Citizen Lab bermula dari temuan internal Al Jazeera mengenai aktivitas mencurigakan pada perangkat sejumlah jurnalis pada 2024. Berdasarkan analisis log jaringan, peneliti mengidentifikasi 45 perangkat berbasis Windows milik staf media tersebut yang menjadi sasaran selama periode 2024–2025.

Baca juga: Smiling Depression: 7 Tanda Depresi yang Kerap Tak Disadari

Menurut laporan Al Jazeera, sejumlah staf yang ditargetkan diketahui meliput isu sensitif. Investigasi menemukan bahwa Discover-Tech diduga membeli iklan berbahaya melalui jaringan periklanan untuk mengidentifikasi pengguna tertentu dan secara diam-diam mengarahkan perangkat mereka ke server terinfeksi milik Candiru.

Candiru telah masuk daftar hitam Pemerintah Amerika Serikat sejak 2021. Citizen Lab sebelumnya mengaitkan perusahaan tersebut dengan peretasan dan pengawasan ilegal terhadap sedikitnya 100 aktivis, jurnalis, dan aktivis politik di 10 negara.

Al Jazeera mengecam serangan terhadap perangkat stafnya dan mendesak agar pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.

Data pribadi berpotensi dicuri

Menurut pakar keamanan siber Eddy Willems yang dikutip Al Jazeera, iklan tersebut dapat memicu infeksi perangkat secara otomatis ketika ditampilkan di layar, tanpa pengguna perlu mengeklik tautan atau mengunduh berkas.

Setelah perangkat terinfeksi, perangkat lunak berbahaya dapat dirancang untuk mengumpulkan dokumen, berkas, cookies, penanda halaman, serta kredensial yang tersimpan di peramban. Kemampuannya juga mencakup pencatatan ketikan, pengambilan tangkapan layar, perekaman mikrofon dan kamera, hingga pengumpulan e-mail serta pesan dari sejumlah platform komunikasi.

Reuters melaporkan, iklan Discover-Tech didistribusikan melalui jaringan kerja sama yang menjangkau lebih dari 120.000 situs web dan 75.000 aplikasi. Materi iklannya bahkan dapat berupa promosi produk umum, seperti ponsel dan earbud.

Baca juga: PT PEMA Matangkan Strategi Penguatan Bisnis Hasil Diversifikasi Menuju 2027

Citizen Lab juga menemukan bahwa sistem tersebut mampu mengidentifikasi dan melacak pengguna yang terpapar iklan. Dalam sejumlah kasus, sistem itu berupaya memperoleh nomor telepon pengguna perangkat seluler.

Iklan menjangkau jaringan penting

Co-founder Confiant, Jerome Dangu, mengatakan Discover-Tech menayangkan sedikitnya 10 juta iklan setiap hari di seluruh dunia. Melalui mekanisme pencocokan cookie atau cookie matching, perusahaan tersebut juga dapat melacak pengguna di luar jangkauan langsung iklannya.

“Kemungkinan besar, ratusan juta orang akan tersentuh oleh Discover-Tech,” ujar Dangu kepada Reuters.

Peneliti menemukan iklan tersebut muncul pada jaringan yang berkaitan dengan kementerian pertahanan, angkatan bersenjata, badan keamanan siber nasional, dan organisasi antarpemerintah. Jaringan yang disebut mencakup Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), NATO, Parlemen Eropa, Komisi Eropa, serta Sekretariat Jenderal Dewan Uni Eropa.

Confiant turut menemukan iklan Discover-Tech pada jaringan yang digunakan Pentagon, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Namun, infeksi perangkat pada jaringan-jaringan tersebut belum dikonfirmasi. Temuan yang dipastikan, menurut Dangu, adalah adanya pemprofilan pengguna.

Discover-Tech juga tercatat dalam daftar vendor berstatus “certified” dan “approved” yang dikelola Google serta asosiasi industri periklanan IAB Europe. Iklannya didistribusikan melalui sejumlah jaringan besar, termasuk Google, Yandex, dan Beeswax.

Dosen keamanan siber TU Dublin Blanchardstown, Stephen O’Shaughnessy, menilai ancaman ini sulit dikenali karena pengguna tidak perlu melakukan tindakan apa pun untuk berpotensi menjadi sasaran.

Ia menyarankan kelompok berisiko tinggi, termasuk jurnalis dan pejabat, menggunakan pemblokir iklan, menonaktifkan advertising ID, memperbarui perangkat lunak, serta mengaktifkan fitur keamanan tambahan pada perangkat.

Share