Home Internasional Alasan Amerika Serikat Tak Berani Serang Korea Utara
Internasional

Alasan Amerika Serikat Tak Berani Serang Korea Utara

Share
Alasan Amerika Serikat Tak Berani Serang Korea Utara
Pemimpin Amerika dan Korea Selatan. | Dok. Tempo.co
Share

PUNCA.CO – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara kerap menjadi sorotan, terutama terkait isu pengembangan senjata nuklir. Meski Pyongyang secara terbuka mengembangkan persenjataan pemusnah massal, hingga kini Amerika Serikat dinilai tidak pernah mengambil langkah militer langsung terhadap negara tersebut.

Berbeda dengan pendekatan terhadap Iran yang pernah diserang dengan tuduhan pengembangan nuklir, Korea Utara justru relatif tidak mendapat tindakan serupa dari Washington. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai faktor yang membuat AS menahan diri.

Pada pidato Tahun Baru 2018, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan bahwa negaranya memiliki kemampuan nuklir yang mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat. Pernyataan tersebut menjadi salah satu penegasan posisi strategis Pyongyang di panggung global.

Baca juga: Iran Tegaskan AS Tak Bisa Lagi Mendikte, Selat Hormuz Jadi Kunci Negosiasi

Dilansir cnnindonesia.com, Kim Jong Un menyampaikan, “Seluruh wilayah Amerika Serikat sekarang berada dalam jangkauan senjata nuklir kita, dan tombol senjata nuklir itu ada di meja saya. Ini adalah realitas, bukan ancaman.”

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan senjata nuklir dan rudal balistik terus menjadi prioritas utama negaranya. “ Tahun ini kami berkonsentrasi mengembangkan kepala nuklir dan rudal balistik untuk bisa dikerahkan.” Tambahnya.

Menurut Kim, persenjataan tersebut hanya akan digunakan dalam kondisi tertentu. Ia menegaskan bahwa, “Senjata-senjata ini hanya akan digunakan jika keamanan kami terancam.”

Baca juga: Iran dan AS Sepakat Gencatan Senjata, Perundingan Akan Berlansung di Pakistan

Sementara itu, analisis dari lembaga ilmiah the Bulletin menyebutkan beberapa faktor yang memengaruhi sikap Amerika Serikat terhadap Korea Utara. Salah satunya adalah keterbatasan pengaruh ekonomi AS untuk menekan Pyongyang secara efektif.

Selain itu, keunggulan nuklir Amerika Serikat justru memunculkan efek sebaliknya. Korea Utara menganggap senjata nuklir sebagai elemen penting untuk menjaga keberlangsungan rezimnya.

Korea Utara dinilai mampu menghadapi tekanan dari negara-negara yang lebih kuat. Keteguhan itulah membuat Pyongyang tidak mudah tunduk terhadap tuntutan pihak luar, termasuk Amerika Serikat.

Share
Tulisan Terkait

Meski Diguncang Tarif Trump, China Catat Surplus Perdagangan Rekor US$ 1,189 Triliun di 2025

PUNCA.CO – China mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$ 1,189 triliun sepanjang 2025,...