PUNCA.CO – Kegiatan Aksi Nyata Pemuda Aceh dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak banjir hidrometeorologi berlanjut ke Kabupaten Aceh Tamiang. Setelah sebelumnya digelar di Kabupaten Aceh Utara, kegiatan serupa kini menyasar ratusan siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7 Aceh Tamiang, Kamis (18/6/2036).
Program tersebut digagas oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh yang melibatkan generasi muda dari berbagai kabupaten/kota di Aceh dan berfokus pada pemulihan psikososial anak-anak serta penyaluran bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa yang terdampak bencana.
Baca juga: Harga Emas Banda Aceh Kembali Turun, Susut Rp110 Ribu per Mayam dalam Sehari
Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di SD Negeri 1 Baktiya, Aceh Utara. Dalam pelaksanaannya, para relawan muda didampingi sejumlah psikolog yang memberikan pendampingan khusus bagi para siswa.
Ratusan paket bantuan disalurkan kepada para pelajar, meliputi tas sekolah, buku tulis, buku gambar, alat tulis, kaos kegiatan, serta berbagai kebutuhan penunjang belajar lainnya.
Selain bantuan material, para pemuda j, uga menggelar rangkaian kegiatan psikososial yang dirancang untuk membantu memulihkan kondisi emosional anak-anak pascabencana. Kegiatan tersebut dikemas melalui permainan edukatif, sesi katarsis, stabilisasi emosi, dan wrap-up.
Baca juga: Pasca Kasus Dugaan Pemerasan, Pengawasan Bukit Lamreh Diperketat
Di bawah pendampingan psikolog, para pemuda yang sebelumnya telah mendapatkan pembekalan mampu berinteraksi dengan cepat bersama para siswa. Mereka mendampingi anak-anak dalam berbagai aktivitas, termasuk membuat pesawat kertas hingga menggambar ekspresi wajah sebagai bagian dari proses mengenali kondisi emosional korban banjir.
Salah seorang relawan, Munawar Khalil, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pemuda untuk menghadirkan keceriaan sekaligus memberikan dukungan moral kepada anak-anak yang terdampak.
Baca juga: Revisi UUPA, Sekda Nasir: Instrumen Penting Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran
“Setidaknya melalui kegiatan bermain bersama, kami bisa menghibur mereka,” ujar Munawar.
Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok yang rentan mengalami dampak psikologis berkepanjangan setelah bencana. Karena itu, kehadiran relawan bersama tim psikolog diharapkan dapat membantu memulihkan semangat para siswa untuk kembali menjalani aktivitas belajar.
Baca juga: Revisi UUPA, Sekda Nasir: Instrumen Penting Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran
“Meski hanya sebentar, kami juga banyak mendapatkan pelajaran tentang kebencanaan dan dampak yang muncul setelahnya,” katanya.
Keterlibatan aktif generasi muda dalam mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana dianggap penting, khususnya bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan terdampak.










