Home Nasional Aktivitas Gunung Anak Krakatau Kembali Meningkat, 9 Kali Erupsi dalam 6 Jam
Nasional

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Kembali Meningkat, 9 Kali Erupsi dalam 6 Jam

Share
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Kembali Meningkat, 9 Kali Erupsi dalam 6 Jam
Letusan Gunung Anak Krakatau | Dok. Magma Indonesia
Share

PUNCA.CO – Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat pada Sabtu (22/8/2026). Dalam enam jam pengamatan, gunung api di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, tersebut tercatat mengalami sembilan kali erupsi.

Dilansir Kompas.com (23/8/2026), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terjadi selama periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB. Tinggi kolom abu vulkanik yang teramati berkisar 200 hingga 400 meter dari puncak.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau tersebut juga disertai asap letusan berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal.

Baca juga: Satelit NASA Detektsi 1.842 Jumlah Titik Panas di Kalimantan

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Suwarno, mengatakan aktivitas erupsi masih berlangsung secara periodik dan menunjukkan kondisi yang belum stabil.

“Gunung Anak Krakatau teramati 9 kali letusan dengan tinggi 200-400 meter. Asap berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas tebal,” kata Suwarno.

Selain aktivitas visual, pemantauan instrumental juga menunjukkan adanya kegempaan di Gunung Anak Krakatau. Erupsi tercatat dalam bentuk Tremor Menerus (Microtremor) dengan amplitudo 2 hingga 47 milimeter.

Baca juga: NTT Kembali Diguncang 1.598 Gempa Susulan

Durasi getaran tersebut bervariasi, mulai dari 7 detik hingga 1.590 detik. Kondisi ini menunjukkan aktivitas vulkanik masih berlangsung sehingga potensi terjadinya erupsi lanjutan tetap ada.

PVMBG sebelumnya menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) menyusul peningkatan aktivitas vulkanik sejak awal Juli.

Dengan status tersebut, masyarakat, wisatawan, dan nelayan diminta mematuhi zona larangan yang telah ditetapkan untuk menghindari potensi bahaya akibat aktivitas erupsi dan lontaran material vulkanik.

Baca juga: Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, Warga Mbay Panik dan Mengungsi

“Nelayan dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati dalam radius dua kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau,” kata Suwarno.

Share