PUNCA.CO – Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat jumlah titik panas Kalteng tertinggi di Pulau Kalimantan. Sebanyak 976 titik terdeteksi melalui pemantauan satelit pada 21 Agustus 2026.
Dilansir CNBC Indonesia (22/8/2026), data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) menunjukkan, satelit NASA-NOAA 20 mendeteksi total 1.842 titik panas di lima provinsi Kalimantan hingga pukul 14.14 WIB.
Dari total tersebut, 976 titik berada di Kalteng. Sebanyak 968 titik masuk kategori tingkat kepercayaan sedang atau medium confidence, sedangkan delapan titik lainnya memiliki tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence.
Baca juga: Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Kepemimpinan Berjalan Baik
Kalimantan Barat menempati posisi kedua dengan 489 titik panas. Rinciannya, 487 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang dan dua titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Sementara itu, Kalimantan Timur mencatat 237 titik panas, Kalimantan Selatan 125 titik, dan Kalimantan Utara 15 titik. Seluruh titik yang terdeteksi di tiga provinsi tersebut berada dalam kategori tingkat kepercayaan sedang.
Tingginya jumlah hotspot Kalimantan tersebut terjadi ketika penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tengah diperkuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca juga: Juanda Djamal Kritisi Pandangan Jusuf Kalla atas Kericuhan Peringatan Damai Aceh ke-21
BNPB menggelar operasi terpadu karhutla di enam provinsi prioritas, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Operasi melibatkan satuan tugas darat dan udara yang bekerja di bawah koordinasi pos komando bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Untuk mendukung operasi udara, BNPB mengerahkan 39 unsur udara di enam provinsi tersebut. Armada yang digunakan mencakup helikopter patroli, pesawat pendukung operasi modifikasi cuaca (OMC), serta helikopter water bombing.
Khusus Kalteng, dukungan udara terdiri atas satu helikopter patroli, satu unit OMC, dan empat helikopter water bombing. Armada tersebut digunakan untuk memperkuat pemantauan, mendeteksi titik panas, membantu pemadaman, serta mempercepat penanganan di wilayah yang membutuhkan dukungan udara.
Baca juga: Minyak Nilam Aceh Diusulkan Jadi Komoditas SRG
Patroli udara dilakukan untuk memantau kondisi di lapangan. Sementara itu, water bombing digunakan untuk membantu pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
BNPB juga mendorong pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dan menetapkan status siaga atau tanggap darurat sesuai perkembangan ancaman karhutla Kalteng maupun wilayah prioritas lainnya.
Meski demikian, titik panas hasil deteksi satelit tidak secara otomatis menunjukkan adanya kebakaran hutan dan lahan yang telah terkonfirmasi. Data tersebut menjadi salah satu rujukan untuk memantau potensi karhutla dan menentukan kebutuhan penanganan.
Baca juga: Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Aceh Potensi Rugikan Negara Rp1 Triliun per Tahun
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan selama periode rawan karhutla serta segera melaporkan kepada petugas atau pemerintah daerah apabila menemukan titik api maupun kejadian kebakaran.










