PUNCA.CO – Hampir 200 anak di Kecamatan SP Mamplam, Kabupaten Bireuen, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG pada Jumat (27/2/2026). Menu yang diduga menjadi pemicu adalah empat butir bakso dalam setiap porsi yang dibagikan kepada siswa.
Kasus ini berdampak pada sedikitnya 12 gampong, di antaranya Peunelet Baroeh, Cureh Tunong, dan Blang Kuta. Para korban dilaporkan mengalami gejala seperti muntah, pusing, dan sakit perut, sehingga sebagian harus mendapatkan penanganan medis.
Baca juga: Tutup Februari, Harga Emas di Banda Aceh dan Antam Kompak Naik
Fitri, salah satu keluarga korban, menyebut anak-anak mengalami keluhan lebih berat dibandingkan orang dewasa yang turut mencicipi makanan tersebut.
“Bakso itu waktu dimakan oleh orang dewasa tidak sampai keracunan, hanya pusing dan sakit perut saja. Mungkin dosisnya kalau untuk anak kecil berlebihan,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Baca juga: BI Aceh Buka Penukaran Uang Periode II, Batas Maksimal Rp5,3 Juta per Orang
Pemerintah Kabupaten Bireuen bergerak cepat menindaklanjuti kejadian tersebut. Bupati turun langsung pada malam hari untuk memastikan kondisi para korban dan proses penanganan berjalan maksimal. Sementara itu, lokasi penyedia makanan MBG telah disegel aparat kepolisian untuk kepentingan penyelidikan.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan dan uji sampel makanan guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.










