PUNCA.CO – Gempa M 7,7 Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat warga di Mbay panik dan meninggalkan rumah pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Sebagian warga kemudian bergerak menuju kawasan yang lebih tinggi untuk mengantisipasi dampak gempa dan potensi tsunami.
Dilansir Kompas.com (15/8/2026), Mira (45), warga Mbay, mengatakan gempa terjadi saat dirinya dan anak-anak masih tertidur. Guncangan kuat membuatnya terbangun dan segera menyadari adanya gempa.
Baca juga: Sidak SPBU, Pemerintah Aceh Temukan Tangki Mobil Modifikasi 1.000 Liter
“Saya awalnya lagi tidur. Lalu terbangun karena merasa, kok tempat tidur saya itu goyangnya ngeri punya,” kata Mira.
Mira kemudian membangunkan anak-anaknya dan berusaha membawa mereka keluar rumah karena khawatir bangunan mengalami kerusakan atau roboh. Namun, pintu kamar sempat terkunci sehingga ia harus membukanya secara paksa.
“Ketika mau keluar, ternyata pintu kamar saya terkunci. Ya akhirnya saya buka paksa saja, langsung teriak, gempa, gempa, gempa,” kata Mira.
Baca juga: Menuntut Tanggung Jawab Republik Indonesia
Setelah berada di luar rumah, Mira melihat saudara yang tinggal di sebelah rumahnya juga sudah keluar bersama keluarga. Mereka masih merasakan guncangan sehingga memilih berkumpul di luar.
“Karena situasinya itu masih goyang betul. Kakak saya pelukan dengan keluarganya empat orang. Saya bilang, ayo lari, lari, karena takut rumah roboh,” kata Mira.
Mira dan keluarganya kemudian berlari menuju Danga, kawasan yang berada di tempat lebih tinggi. Rumahnya mengalami kerusakan, salah satunya pada jendela di bagian belakang. Namun, ia belum sempat memeriksa kondisi rumah secara menyeluruh karena langsung mengungsi.
Baca juga: Peringati 21 Tahun Perdamaian Aceh, Ayahwa Ajak Masyarakat Hadiri Doa Bersama
Hingga kini, warga Mbay yang mengungsi masih bertahan di lokasi yang lebih tinggi sambil menunggu kondisi dinyatakan aman.
BMKG sebelumnya mencatat gempa tersebut berkekuatan magnitudo 7,0. Setelah pemutakhiran parameter, kekuatan gempa diperbarui menjadi magnitudo 7,7.
Gempa terjadi sekitar 30 kilometer timur laut Kabupaten Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG juga memberikan rekomendasi evakuasi kepada pemerintah daerah di sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak tsunami.
Baca juga: Kuasa Hukum Pertanyakan Proses Adopsi Bayi Korban Pemerkosaan Anak di Banda Aceh
Wilayah yang masuk rekomendasi meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Sikka bagian utara, dan Ende bagian utara. Rekomendasi tersebut juga mencakup sejumlah wilayah di Sulawesi dan Kepulauan Selayar.
Warga di kawasan pesisir yang terdampak diminta mengikuti arahan pemerintah daerah serta memantau informasi resmi BMKG terkait perkembangan peringatan dini tsunami.










