PUNCA.CO – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan sejumlah langkah untuk menyerap listrik yang dihasilkan dari program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 Giga Watt (GW) dalam tiga tahun ke depan. Program tersebut merupakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional.
Salah satu strategi utama yang disiapkan pemerintah adalah menciptakan permintaan listrik baru melalui peningkatan penggunaan teknologi berbasis listrik di berbagai sektor. Langkah tersebut akan berjalan beriringan dengan program hilirisasi industri dan penguatan ekosistem energi bersih di dalam negeri.
Dilansir CNBC Indonesia (4/6/2026), Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, “Yang terakhir adalah demand creation. Jadi pada saat kita menerapkan 100 GW PLTS itu yang tersebar di berbagai daerah nantinya, kita pun juga harus menghadirkan program hilirisasi untuk meningkatkan demand kelistrikannya menggunakan kendaraan listrik, melakukan konversi kendaraan listrik, juga mendorong peningkatan penggunaan kompor listrik.”
Baca juga: Prabowo Ungkap Alasan Ganti Pimpinan BGN, Sebut Ada Laporan Indikasi Penyelewengan
Pemerintah menargetkan percepatan pengembangan sektor penyerap listrik dari PLTS 100 GW mulai dilakukan pada 2027. Fokus kebijakan tersebut mencakup akselerasi penggunaan kendaraan listrik serta pemanfaatan peralatan rumah tangga berbasis listrik.
“Dan ini menjadi program yang akan dilakukan juga di tahun 2027 nanti.”, kata Eniya.
Selain meningkatkan konsumsi listrik, pemerintah juga mempercepat program dedieselisasi dengan memadukan PLTS dan sistem penyimpanan energi berbasis baterai sebagai pengganti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
Baca juga: Harga Smartphone Berpotensi Naik Akibat Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Pemerintah turut menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam pengembangan PLTS terapung dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Keberadaan PLTS terapung dinilai menjadi salah satu komponen penting untuk mendukung target pembangunan PLTS 100 GW. Di sisi lain, pengembangan PLTS off-grid juga diproyeksikan berkontribusi terhadap pencapaian target tersebut.
“Di dalamnya kami juga melakukan kolaborasi dengan Kementerian PU untuk pengembangan PLTS terapung dan PLTA. PLTS apung merupakan salah satu upaya kita untuk merealisasikan PLTS 100 GW. Selain itu PLTS off-grid juga menjadi komponen yang bisa mendukung realisasi 100 GW.”, ucap Eniya.
Untuk mempercepat implementasi program, pemerintah saat ini tengah memfinalisasi Peraturan Presiden (Perpres) serta merevisi ketentuan harga energi baru terbarukan. Langkah tersebut dilakukan untuk menyederhanakan proses bisnis sekaligus menarik investasi swasta dalam skala besar guna mendukung target bauran energi nasional.
Baca juga: BGN Siapkan Perluasan Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak PMI di Jeddah
“Strategi yang dibangun pemerintah saat ini untuk menghadapi tantangan kondisi geopolitik global, kami menargetkan untuk 2026 ini di range capaian EBT adalah 17-21%.”, tutup Eniya.










