Home Internasional Erdogan Ingin Perluas Pakta Pertahanan Turkiye, Saudi, dan Pakistan
Internasional

Erdogan Ingin Perluas Pakta Pertahanan Turkiye, Saudi, dan Pakistan

Share
Erdogan Ingin Perluas Pakta Pertahanan Turkiye, Saudi, dan Pakistan
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menandatangani perjanjian pertahanan trilateral di Mekkah, Arab Saudi. | Dok. Saudi Press Agency via AP
Share

PUNCA.CO – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menyatakan keinginannya memperluas pakta pertahanan Turkiye bersama Arab Saudi dan Pakistan dengan membuka peluang bagi negara-negara lain di kawasan untuk bergabung.

Kesepakatan yang disebut Mecca Joint Defence Agreement itu ditandatangani pada Jumat (7/8/2026), ketika perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih berlangsung.

Dilansir Kompas.com (13/8/2026), Erdogan mengatakan cakupan kerja sama tersebut sejak awal tidak dimaksudkan hanya untuk tiga negara.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik, Pasar Khawatir Konflik Ganggu Pasokan

“Visi kami tidak terbatas pada tiga negara,” kata Erdogan dalam wawancara dengan surat kabar Al-Sharq Al-Awsat pada Rabu (12/8/2026).

Menurut Erdogan, pakta tersebut diharapkan dapat berkembang hingga mencakup seluruh negara di kawasan dalam satu kerangka kerja sama keamanan.

Kesepakatan Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan memuat klausul yang menyerupai prinsip pertahanan kolektif NATO. Berdasarkan klausul itu, serangan terhadap satu negara anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Baca juga: Arab Saudi Akhirnya Memilih Bantu AS Serang Iran, Berikut Alasannya

Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan sebelumnya menyebut Mesir sebagai salah satu negara yang diharapkan masuk dalam kerja sama tersebut pada tahap berikutnya.

Fidan mengatakan kepada Anadolu pada Sabtu (8/8/2026), hanya beberapa persoalan teknis yang masih menjadi penghalang bagi keikutsertaan Mesir. Namun, pemerintah Mesir belum memberikan tanggapan terkait kesepakatan maupun pernyataan tersebut.

Erdogan menilai pembentukan pakta pertahanan Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan merupakan respons terhadap perubahan kondisi keamanan di Timur Tengah.

Baca juga: Trump Balik Tuntut Iran Bayar Kompensasi atas Korban dan Kerusakan

Ia mengatakan negara-negara kawasan perlu mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayahnya.

Erdogan menegaskan pentingnya penyelesaian persoalan kawasan oleh negara-negara di kawasan itu sendiri.

“Masalah-masalah kawasan harus diselesaikan oleh aktor-aktor kawasan,” kata Erdogan.

Baca juga: Presiden Iran Buka Peluang Kesepakatan dengan AS

Ia juga menolak pendekatan yang dianggap memaksakan formula penyelesaian dari luar kawasan.

“Penyelesaian masalah kawasan harus dilakukan tanpa formula yang dipaksakan dari luar,” ujar Erdogan.

Menurut Erdogan, pengalaman menunjukkan bahwa solusi dari luar kawasan dapat menimbulkan dampak buruk.

Baca juga: Kapal UEA Diserang Rudal di Selat Hormuz, Iran Bahas Syarat Pembukaan Jalur

Kesepakatan tersebut sekaligus mempererat kerja sama pertahanan antara Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan. Ketiga negara juga membuka peluang untuk mengembangkan proyek bersama di sektor industri pertahanan.

Hubungan Ankara dan Riyadh turut menunjukkan perkembangan setelah sempat mengalami ketegangan. Erdogan mengatakan Turkiye dan Arab Saudi akan mengambil sejumlah langkah untuk memperkuat hubungan bilateral, meski ia belum menjelaskan bentuk langkah tersebut secara rinci.

Share