PUNCA.CO – Pemerintah Aceh memastikan kesiapan penuh penyelenggaraan haji 2026 dengan tambahan 10 kuota khusus dari pemerintah pusat. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengatakan tambahan kuota tersebut diberikan melalui Kementerian Haji dan Umrah dan menjadi perhatian khusus bagi Aceh.
“Tidak semua daerah mendapat tambahan kuota ini. Aceh termasuk yang diberikan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Dari total 10 kuota, dua di antaranya dialokasikan untuk perwakilan Baitul Asyi. Sementara sisanya diberikan kepada tokoh ulama dan unsur pemerintah daerah, termasuk Gubernur Aceh serta perwakilan kabupaten/kota.
Baca juga: Dampak Konflik Timur Tengah Tak Ganggu Haji Aceh, Biaya Tetap dan Pelayanan Ditingkatkan
Penambahan kuota ini terjadi menjelang keberangkatan perdana jemaah haji Aceh yang dijadwalkan dimulai usai Salat Asar, dengan penerbangan pada dini hari.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan biaya haji tahun ini tidak mengalami kenaikan, meskipun konflik di Timur Tengah berdampak pada peningkatan biaya operasional penerbangan. Secara nasional, pemerintah harus menanggung tambahan beban hingga sekitar Rp1,7 triliun.
“Di banyak negara harga BBM sudah naik beberapa kali, tetapi di Indonesia masih stabil sehingga jemaah tidak terbebani,” kata Fadhlullah.
Baca juga: 5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Seluruhnya Dilayani Lewat Jalur VIP Bandara SIM
Selain itu, jemaah haji asal Aceh tetap menerima manfaat dana wakaf Baitul Asyi sekitar 2.000 riyal per orang. Pemerintah Aceh bahkan mengusulkan peningkatan menjadi 3.000 riyal, dengan keputusan final dijadwalkan pada 10 Mei.
Dana wakaf tersebut merupakan hasil pengelolaan jangka panjang yang secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat Aceh yang menunaikan ibadah haji.
“Selama tidak ada kondisi luar biasa, dana ini tidak akan berkurang,” ujarnya.
Di luar itu, setiap jemaah juga menerima living cost sebesar 700 riyal untuk kebutuhan selama di Tanah Suci.
Baca juga: Pemerintah Aceh Berikan Gedung VVIP Bandara SIM untuk Layanan Haji 2026
Pemerintah Aceh menegaskan seluruh persiapan telah dilakukan, dengan fokus menjaga kelancaran keberangkatan dan memastikan jemaah tetap terlayani meski di tengah tekanan biaya global.






