PUNCA.CO – Jumlah jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia di Tanah Suci terus bertambah. Hingga 31 Mei 2026, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh mencatat lima jemaah telah wafat selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Jemaah terakhir yang dilaporkan meninggal dunia adalah Sulasry Abdul Gani (74), warga Kabupaten Bireuen yang tergabung dalam Kloter 5. Almarhum meninggal pada Minggu (31/5/2026) di Makkah akibat cardiogenic shock atau syok kardiogenik.
Kepala PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, mengatakan bertambahnya jumlah jemaah yang wafat menjadi perhatian serius petugas haji, mengingat sebagian besar korban merupakan jemaah lanjut usia dengan riwayat penyakit penyerta.
Baca juga: Jamaah Haji Asal Bireuen Wafat di Arafah Saat Puncak Ibadah Haji
“Per 31 Mei, total jemaah haji Embarkasi Banda Aceh yang meninggal dunia di Tanah Suci berjumlah lima orang. Kami terus memantau kondisi kesehatan seluruh jemaah, khususnya lansia dan kelompok berisiko tinggi,” kata Arijal.
Berdasarkan data PPIH, lima jemaah yang wafat berasal dari Kabupaten Bireuen, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya. Dua di antaranya merupakan jemaah asal Bireuen, yakni Nurwaida Muhammad Yusuf (76) dari Kloter 8 yang meninggal di Arafah pada 26 Mei dan Sulasry Abdul Gani (74) dari Kloter 5 yang meninggal di Makkah pada 31 Mei.
Selain itu, Maimunah Yusuf Ali (72) asal Aceh Tamiang wafat di Arafah pada 26 Mei. Kemudian Siti Salmijah (83) dan Aminah Ahmad (76), keduanya berasal dari Pidie Jaya dan tergabung dalam Kloter 13, meninggal dunia pada 28 dan 30 Mei 2026.
Baca juga: 18 Calon Jemaah Haji Aceh Batal Berangkat, Lima Meninggal Sebelum Masuk Asrama
Arijal menjelaskan sebagian besar jemaah yang wafat berusia di atas 70 tahun. Karena itu, pihaknya terus mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik, mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan, serta memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan petugas haji Indonesia.
“Kami mengimbau seluruh jemaah agar tidak memaksakan diri dalam beribadah, memperbanyak istirahat, menjaga asupan cairan, dan segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami keluhan,” ujarnya.
PPIH Embarkasi Banda Aceh juga menyampaikan duka cita atas wafatnya para jemaah tersebut. Arijal mengajak masyarakat Aceh untuk mendoakan seluruh jemaah yang masih berada di Tanah Suci agar diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan ibadah, serta dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji.







