PUNCA.CO – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh, T. Banta Nuzullah, membuka kegiatan Konsolidasi Pemuda Aceh Tahun 2026 di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Minggu (19/4/2026).
Mewakili Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah.
Tak hanya itu, pembukaan kegiatan forum konsolidasi lintas organisasi kepemudaan tersebut juga bertujuan menyatukan visi dan langkah strategis pemuda Aceh ke depan.
Baca juga: RSUD Aceh Besar Kembali Normal Usai Mogok Nakes
Sebanyak 50 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan di seluruh Aceh turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari latar belakang organisasi yang beragam, mulai dari komunitas lokal hingga organisasi berbasis kepemudaan yang aktif di tingkat provinsi.
Kehadiran para peserta dinilai mencerminkan semangat kebersamaan serta komitmen generasi muda untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan Aceh.
Selain itu, forum ini juga diharapkan menjadi ruang dialog terbuka untuk bertukar gagasan, pengalaman, serta merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pemuda saat ini.
Baca juga: TKD Aceh di Ujung Risiko Hukum
Dalam sambutannya, T. Banta Nuzullah menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pemuda dalam mendorong kemajuan daerah.
“Dispora Aceh siap berkolaborasi dengan seluruh elemen pemuda. Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan gagasan serta rekomendasi konstruktif yang menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan kepemudaan ke depan,” ujar Kadispora Aceh, T. Banta Nuzullah.
Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Aceh melalui Dispora berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi bagi pemuda dalam berbagai sektor pembangunan.
Baca juga: Buka Banda Aceh Experience, Sekda Aceh M. Nasir Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri
Menurutnya, pemuda memiliki potensi besar yang perlu diarahkan melalui program-program yang tepat dan berkelanjutan.
Banta juga berharap pemuda Aceh tidak hanya menjadi penerima manfaat program pemerintah, tetapi mampu mengambil peran lebih besar sebagai mitra strategis.
Dengan keterlibatan aktif tersebut, pemuda diharapkan mampu menciptakan inovasi serta program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas di Aceh.






